Di Manggarai Barat Pemerintah Bangun Jembatan Gantung Tapi Warga Kok Minta Jembatan Biasa
Sejak tahun 1985 sampai sekarang, ada 25 orang yang meninggl dunia di kali Wae Laci ini.
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus
POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO-Jembatan untuk desa asimetris (Judesa) atau jembatatan gantung Wae Laci Siru, Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), resmi diserahkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar, Sabtu (28/4/2018).
Jembatan untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua yang menghubungkan antara Desa Siru dengan Desa Wae Wako itu, diserahkan oleh Kementerian PUPR lewat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan di Kementerian PUPR, Danis H. Sumadilaga, kepada Bupati Mabar Agustinus Ch Dula.
Tokoh masyarakat setempat, Ahmad Ambe dalam acara penyerahan itu meminta pemerintah agar membangun juga jembatan biasa yang bisa dilewati kendaraan roda empat karena jembatan gantung itu hanya untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki.
"Sejak tahun 1985 sampai sekarang, ada 25 orang yang meninggl dunia di kali Wae Laci ini. Keadaan jalan kami dari pertigaan jalan utama sampai di jembatan ini masih seperti ini. Harapan kami, ke depannya tetap ada sumbangan. Kalau hanya jembatan gantung, berarti hanya sepeda motor saja, kami tidak bisa lihat oto," kata Ahmad.
Puluhan orang yang meninggal itu kata dia, akibat terbawa banjir saat menyeberang, sebelum ada jembatan. Ada juga yang diterkam buaya.
Danis H. Sumadilaga saat itu menyampaikan, hampir semua masyarakat di semua daerah yang dikunjunginya mengeluhkan kondisi jalan dan jembatan. Dia mengapresiasi apa yang disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat.
"Jembatan untuk desa asimetris ini merupakan yang pertama bangun di luar Jawa. Tolong dirawat dan dijaga sebaik-baiknya," kata Danis.
Bupati Agustinus membenarkan apa yang disampaikan tokoh masyarakat setempat.
"Saya garis bawahi apa yang disampaikan oleh tokoh masyarakat tadi. Bahwa kondisi jalan di Manggarai Barat masih jauh dari harapan. Tetapi terhadap yang sudah ada ini, kami sampaikan terimakasih kepada Pemerintah Pusat," kata Agustinus.
Acara serah terima hari itu, ditandai dengan pemotongan pita yang dibentang di bagian selatan jembatan.(*)
Baca: Anjing Bawa Bayi Hebohkan Warga Desa Arus, Manggarai Timur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jembatan-wae-laci_20180428_181246.jpg)