VIRAL Video Kekacauan di Kamar Jenazah, Keluarga Protes Ada Luka Jahit di Perut Hingga Dada Jenazah

Video siaran langsung akun Facebook Gerry Marchell Maramis Rey, memperlihatkan suasana kekacauan yang terjadi di kamar jenazah.

Penulis: Alfons Nedabang | Editor: Alfons Nedabang
FACEBOOK/Gerry Marchell Maramis Rey
Jenazah seorang pria ada luka jahitan pada bagian perut hingga dada. Hal ini memicu terjadinya kekacauan di kamar jenazah RSUP Prof Dr RD Kandou, Malayang, Manado. 

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak terkait mengenai kekacau yang terjadi, baik dari pihak Rumah Sakit Umum Pusat Prof dr RD Kandou maupun dari pihak keluarga.

Mirip Kasus TKW Asal NTT

Kondisi jenazah dengan luka jahitan di bagian perut hingga dada sebelumnya dialami Milka Boimau, Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Milka meninggal dunia di Malaysia.

Jenazah Milka Boimau penuh dengan jahitan
Jenazah Milka Boimau penuh dengan jahitan (FACEBOOK)

Keranda berisi jenazah Milka tiba di kampung halamannya di Desa Kotabes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Minggu (11/3/2018) siang.

Selanjutnya peti dibuka. Betapa terkejutnya keluarga mendapati sekujur tubuh Milka penuh dengan jahitan.

Bekas jahitan terlihat dari pangkal perut hingga bagian dada, membentuk garis lurus. Selain itu, pada bagian telinga berwarna hitam seperti bekas pukulan. Keluarga besarnya pun protes keras.

Baca: Jenazah Milka Boimau Ada Jahitan di Perut Hingga Dada, Keluarga Protes: Ini Jahitan Apa?

"Kami tidak terima dengan kondisi adik kami. Ini jahitan apa. Kalau mau otopsi atau operasi, harus koordinasi dengan kami sebagai keluarga. Harus ada persetujuan dari kami sebagai keluarga," tegas Saul Boimau, kakak kandung Milka, kepada Kompas.com, Minggu (11/3/2018) malam.

Suasana penggalian kubur korban Milka Boimau di Desa Kotabes, Amarasi, Senin (26/3/2018).
Suasana penggalian kubur korban Milka Boimau di Desa Kotabes, Amarasi, Senin (26/3/2018). (ISTIMEWA)

Menurut Saul, semua keluarga tidak terima dengan kondisi jenazah Milka, yang penuh jahitan mulai dari leher, hingga perut bagian bawah.

Padahal lanjut Saul, dari surat yang diterima oleh pihaknya dari KJRI Penang, tertulis bahwa penyebab Milka meninggal karena sesak napas akibat infeksi pada paru-paru, sehingga menurutnya tidak perlu dilakukan otopsi.

"Kenapa sakitnya hanya sesak napas, tapi jahit begini banyak, mulai dari leher sebelah menyebelah, hingga perut," ucapnya.

Baca: Ya Ampun! Polisi Gali Kubur TKI Milka Boimau, Jenasah Diotopsi, Hati dan Ginjalnya Hilang!

Senada dengan itu, Agustinus Boimau yang juga merupakan adik kandung dari Milka, mengaku kematian tersebut terkesan janggal.

Setelah dilaporkan Polda NTT, jenazah Milka yang sudah dimakamkan digali kembali untuk diotopsi.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved