Ini Klaim Man Klemens yang Mengelola PDAM Tirta Komodo

PDAM Tirta Komodo, Kabupaten Manggarai, kini genap berusia 27 tahun. Menurut Man Klemens, perusahaan itu kini mengalami perubahan signifikan.

Ini Klaim Man Klemens yang Mengelola  PDAM Tirta Komodo
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H, M.H dan Direktur PDAM Tirta Komodo, Klemens Man, saat berada di Sumber Mata Air Wae Rowang. 

Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM, RUTENG - PDAM Tirta Komodo, Kabupaten Manggarai, kini genap berusia 27 tahun. Menurut Man Klemens, perusahaan itu kini mengalami perubahan signifikan.

Perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Manggarai itu didirikan 5 April 1991 dengan Peraturan Daerah No. 2 Tahun 1991. Tugas pokoknya adalah memberikan pelayanan air minum bersih kepada masyarakat sebagai upaya menyehatkan dan menyejahterakan kehidupan masyarakat Kabupaten Manggarai.

Baca: Anak TKK Annibale Galang Dana Bangun Ruang Bermain

Direktur PDAM Tirta Komodo Manggarai, Man Klemens, S.H kepada Pos-Kupang.Com di Ruteng, Minggu (15/4/2018) siang, menjelaskan, sampai tahun 2017 sumber mata air dengan kapasitas terpasang sebesar ± 462 l/dtk dan kapasitas produksi sebesar ± 225,5 l/detik.

"Tahun 2018/2019, PDAM Tirta Komodo akan mengelola 25 sumber mata air dengan kapasitas terpasang ± 523,5 l/dtk dan kapasitas produksi ± 282,5 l/detik. Idle capacity ditambah dengan sumber mata air baru, yakni Wae Mese dan Wae Ajang menjadi ± 241 l/detik," ujar Klemens.

Baca: Perhatikan Tanaman Ini dan Budidayakan, Ternyata Harganya Mahal dan Manfaatnya Luar Biasa

Klemens menerangkan, dalam rangka upaya penambahan sumber mata air yang baru sesuai program pemerintah daerah dan pertumbuhan penduduk tiap tahun, PDAM Tirta Komodo merencanakan penambahan tiga sumber mata air baru, yakni Wae Moro, Wae Cunca Bor, Wae Luhu dengan kapasitas terpasang ± 25 l/dtk.

"Penambahan debit terpasang sebanyak ± 462 l/dtk dan kapasitas produksi ± 225,4 l/dtk sampai tahun 2017 karena terjadi normalisasi pada sumber mata air, penambahan sumber mata air baru dan reboisasi pada daerah sumber-sumber mata air," jelasnya. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved