Anak TKK Annibale Galang Dana Bangun Ruang Bermain

Pentas Tarian Kipas asal Korea dan paduan suara TKK Annibale di Kota Maumere, Pulau Flores, Sabtu (14/4/2018) malam, bukan sekadar hiburan belaka.

Anak TKK Annibale Galang Dana Bangun Ruang Bermain
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO'A
Kelompok Paduan Suara Haleluyah Handle dari TKK Terpadu Padre Annibale School dalam Malam Pentas Seni di Aula TKK Terpadu Padre Annibale School, Jalan Sinde Kabor, Kelurahan Kota Uneng, Kota Maumere di Pulau Flores, Sabtu (14/4/2018). 

Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Egidius Moa

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Pentas Tarian Kipas asal Korea dan paduan suara TKK Annibale di Kota Maumere, Pulau Flores, Sabtu (14/4/2018) malam, bukan sekadar hiburan belaka.

Anak-anak TKK di naungan Yayasan Santo Annibale Maria di Francia, unjuk kepiawaiannya menggalang dana pembangunan ruang bermain. Sejak berdiri tahun 2009, TKK Annibale belum punya ruang bermain yang memadai.

Baca: Perhatikan Tanaman Ini dan Budidayakan, Ternyata Harganya Mahal dan Manfaatnya Luar Biasa

Berbagai usaha pengumpulan dana dilakukan seperti mengajukan proposal dan menjual pizza oleh para suster. Namun Yayasan Santo Annibale Maria di Francia mengalami kendala dana.

Pentas seni dikemas dengan sistem lelang. Setiap penampilan anak-anak dinilai orangtua dan tamu undangan. Penilaian tersebut diberikan dalam nominal rupiah. Besarnya penilaian bebas tergantung kemampuan orangtua dan tamu undangan.

Baca: Piawainya Anak TKK Annibale Menari Tarian Kipas asal Korea

Kepala Sekolah TKK Annibale, Suster Agustina Mariatna Dewi, Fdz, mengatakan TKK Annibale harus memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan. Selain ada klinik dan TPA, juga harus ada ruang bermain.

Ia mengatakan, orangtua murid dan pihak sekolah telah mendiskusikan rencana pembangunan ruang bermain. Gambar denah ruangan dianggarkan sebesar Rp 100 juta lebih. Namun yayasan belum memiliki uang sebanyak itu.

Baca: Kantor Camat Oebobo Layani Perekaman e- KTP Warga dari Kelurahan Lain

Salah satu kegiatan penggalangan dana pentas seni. Hingga saat ini, lanjut Suster Dewi, dana yang sudah terkumpul ada Rp 16 juta.

"Proposal yang kita edarkan, kita tulis Rp 11 juta dan dana yang terkumpul Rp 16 juta dan uang yayasan masih sangat kecil," kata Suster Dewi.

Selain menggalang dana, pentas seni ini juga untuk merayakan Paskah. Mengusung tema: Malam Berbagi Kasih, siapapun dapat berbagi kasih, memberi apapun dari apa yang mereka bisa berikan. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved