Selasa, 2 Juni 2026

Begini Penilaian Kepala OJK Provinsi NTT Terhadap Kinerja BPR di NTT

Beginilah penilaian Kepala OJK Provinsi NTT, Winter Marbun terhadap kinerja BPR di Propinsi NTT.

Tayang:
Penulis: Hermina Pello | Editor: OMDSMY Novemy Leo
PK/IRA
Winter Marbun 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Beginilah penilaian Kepala OJK Provinsi NTT, Winter Marbun terhadap kinerja BPR di Propinsi NTT. 

Menurutnya, Kinerja BPR di NTT selama tahun 2017 itu cukup baik. Apalagi dibandingkan dengan pertumbuhan nasional, maka BPR di NTT masih diatas rata-rata nasional.

"Kalau lihat sampai Desember 2017, jumlah BPR di NTT masih tetap yakni 11 kantor pusat dan empat kantor cabang masih sama dengan tahun lalu tapi dari segi pertumbuhan cukup baik," kata Winter, Selasa (9/4/2018).

Baca: Sambut Tamu IMF di Labuan Bajo, Dinas Perdagangan Manggarai Lekukan ini Terhadap Petani Tanam Sayur

Baca: Kadis Perdagangan Manggarai Beri Strategi Unik ke Petani untuk Sambut Tamu IMF di Labuan Bajo

Baca: Heboh! Ratusan Mahasiswa AMPIBI FKIP Undana ke Tesbatan Lakukan Kegiatan Ini

Baca: Anggota DPR RI Laporkan Warga Ende ke Polisi, Gara-Gara Facebook

Winter mengatakan total aset bertumbuh sebesar 12,43 persen yakni dari jumlah Rp 594 miliar jadi Rp 668 miliar. Dilihat dari penghimpunan dana pihak ketiga selama 2017 tumbuh 11,60,persen dari Rp 469 miliar jadi Rp 523 miliar.

Dari segi kredit pertumbuhan lebih tinggi lagi yakni 14,43 persen dari total Rp 449 miliar jadi Rp 514,miliar.

Winter mengungkapkan dibandingkan dengan pertumbuhan nasional dimana jumlah BPR sebanyak 1640-an, dimana BPR tumbuh 9,89 persen.

Sedangkan di NTT tumbuh 12,43 persen. Sementara kredit secara nasional tumbuh 9,55 persen sementara di NTT tumbuh 14,43 persen.

Baca: Anggota DPR RI Laporkan Warga Ende ke Polisi, Gara-Gara Facebook

Baca: Hei Ladies, Alami Haid Dua Kali Sebulan, Kamu Mungkin Mengalami Hal Ini

Baca: Hei Ladies, Punya Pasta Gigi? Gunakan untuk Menambah Kecantikanmu. Ini Caranya!

Baca: Isi TTS Bersama Kekasihnya, Perempuan Ini Temukan Kejanggalan di Baris Terakhir, Apa Itu?

Sementara untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) di NTT sedikit melambat dibawah nasional dimana nasional tumbuh 12,06 persen dan NTT sebesar 11,6 persen tapi secara umum pertumbuhan lebih kencang dibandingkan nasional.

Mengenai peran dari BPR di NTT sebagai nasional kota tumbuh sangat besar pangsa di tahun 2016 dari segi total aset BPR 0,52 persen dan tahun 2017 jasi 0,53 persen.

Dari segi DPK tahun 2016 dan 2017 tetap yakni 0,62 persen, sedangkan Kredit di 2016 pangsa 0,55 persen di 2017 jadi 0,58 persen.

Winter mengatakan BPR semakin pruden dan semakin berhati dalam berikan kredit dimana NPL BPR di NTT tahun 2016 sebesar 5, 44 persen turun jadi 4, 56 persen.

"Ada perbaikan satu persen untuk NPL.0 demikian juga dengan permodalan makin baik dimana CAR 20,79 persen jadi 21,36 persen di 2017.

Baca: Perempuan Ini Menikahi Pria Bule Lewat Situs Kencan Online, Motifnya Terungkap 9 Tahun Kemudian

Baca: Gara-Gara Warna Rambutnya, Gadis ini Dibully Guru dan Teman, Inilah Reaksi Ibunya

Baca: Inilah Macam-macam Tipe Perselingkuhan, Sadar Tidak sadar Kamu Juga Melakukannya

Baca: Saat Membantu Persalinan, Bidan Cantik Ini Mengaku Telah Berselingkuh dengan Suami Perempuan Itu

Dikatakan, BPR makin baik , tumbuh bagus sehingga ketahanan BPR di NTT makin baik.

Winter menambahkan diantaranya 11 BPR itu, ada tujuh BPR tumbuh kencang diatas rata-rata nasional sisanya empat ini dibawa nasional dan mudah mudahan di 2018 bisa diatas nasional.

I Wayan Sadyana menambahkan sesuai dengan rencana bisnis pada dasarnya rencana bisnis 2017 semua capai target.

"Untuk total aset dari rencana Rp 644 miliar dan tercapai Rp 668 miliar artinya diatas lebih dari 100 persen. 

Kredit juga dari rencana Rp 510 miliar dan realisasi Rp 513 miliar dan DPK dari rencana Rp 515 dan tercapai Rp 523 miliar dimana diatas 100 persen.

Di tahun 2018 ada rencana ada peningkatan total aset dengan target jadi 17,17 persen sebesar Rp 780 miliar, kredit juga begitu yakni 18,83 persen untuk 2018 sebesar Rp 609 miliar.

Baca: Para Istri Jangan Panik, Saat Suami Menolak Bermesraan, Ini Alasannya

Baca: Pria Ini Membunuh Istri, Anak, Cucu, Teman dengan Cara Keji, Lalu Menderetkan Mereka di Rumah

Baca: Dua Guru Mengungkapkan Rasa Cintanya di Kelas, Begini Reaksi Murid-muridnya!

Baca: Masinis Kereta Api Ini Berteriak, Seluruh Penumpang Tertegun Menyaksikan Kejadian Ini

Dia menambahkan semester pertama akan review tapi kalau tidak tercapai kita minta untuk revisi rencana tapi kalau dari BPR optimis maka tidak revisi.

Marbun menambahkan di 2018 ini kita harap BPR kita ada 12 BPR dan mudah mudahan total aset 17,17 persen, BPK 16,17 persen, Kredit 18,83 persen.

"Kami akan kawal BPR di NTT dan masyarakat tidak usah kuatir kalau berurusan dengan BPR," katanya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved