Rabu, 8 April 2026

Presiden Filipina Mulai Bidik Obat Palsu

perdagangan obat palsu meraup sekitar 10 persen dari 300 miliar dolar AS industri obat dunia.

Editor: Ferry Ndoen
NOEL CELIS /POOL/AFP
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. 

POS KUPANG.COM - Presiden Filipina Rodrigo Duterte membuka medan baru dalam perang melawan narkotika dengan membidik obat palsu untuk membendung perdagangan gelap parasetamol, kata pengacaranya pada Rabu.

Salvador Panelo, kepala penasihat hukum kepresidenan, mengatakan bahwa Duterte memerintahkan polisi menangkap mereka yang bertanggung jawab.

"Mereka tidak hanya mengacaukan atau melemahkan perekonomian negara dengan memukul industri besar, tapi juga mengancam keamanan bangsa dengan membahayakan kesehatan sebagian besar rakyat," kata pernyataan Panelo.

Diperkirakan, satu dari 10 barang kesehatan di negara berpenghasilan menengah dan rendah berada di bawah mutu atau dipalsukan, Kata Badan Kesehatan Dunia pada Januari.

Dikatakannya pula, perdagangan obat palsu meraup sekitar 10 persen dari 300 miliar dolar AS industri obat dunia.

Panelo menyatakan obat bermutu rendah juga dapat menyebabkan kekebalan terhadap antibiotik dan mengancam merusak obat penyelamat hidup.

Lebih dari 4.000 orang Filipina tewas oleh polisi dalam perang Duterte melawan penggunaan obat terlarang dan ribuan lagi oleh kelompok bersenjata. Polisi menyatakan yang tewas adalah pengedar, yang melawan dengan kekerasan. (*)

Sumber:
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved