Rabu, 8 April 2026

21 Negara Usir Diplomat Rusia, Efek Pembunuhan Skripal dan Putrinya

Dilansir Sky News Senin (26/3/2018), ada sekitar 130 diplomat Rusia yang harus segera angkat koper dari 21 negara di seluruh dunia.

Editor: Alfons Nedabang
AFP/Handout
Perdana Menteri Inggris Theresa May ketika berbicara di depan Parlemen Inggris Rabu (14/3/2018). 

POS-KUPANG.COM - Negara di seluruh dunia menyatakan solidaritasnya terhadap Inggris setelah muncul kasus percobaan pembunuhan terhadap agen ganda bernama Sergei Skripal.

Dilansir Sky News Senin (26/3/2018), ada sekitar 130 diplomat Rusia yang harus segera angkat koper dari 21 negara di seluruh dunia.

Rinciannya, seperti dilansir CNN, 16 negara merupakan anggota Uni Eropa (UE), Amerika Serikat (AS), Kanada, Ukraina, Norwegia, dan Albania.

AS menjadi negara terbanyak dengan mengumumkan 60 diplomat Negeri "Beruang Merah" itu harus segera keluar setelah mereka diduga merupakan agen asing.

Baca: LAGI TREN! Cincin Diganti Tindik Kristal Di Atas Kulit Jari Tangan, Berani Mencoba?

Sebanyak 48 dari total diplomat yang diusir bekerja di Kedutaan Besar Rusia di Washington. Adapun sisanya merupakan staf di markas besar PBB di New York.

Dalam pidatonya di Majelis Rendah Parlemen Inggris, Perdana Menteri Theresa May mengatakan bahwa solidaritas telah ditunjukkan oleh UE maupun anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Dia menyebut aksi tersebut merupakan "pengusiran kolektif terhadap agen rahasia Rusia terbesar dalam sejarah".

"Bersama, kita telah menyebarkan pesan bahwa kita tidak akan membiarkan Rusia mencemooh hukum internasional merendahkan kedaulatan kita," kata May.

Baca: Pesepakbola Kroasia Meninggal Dunia Saat Bertanding di Lapangan, Tonton Videonya!

Sementara itu, Rusia menyatakan bahwa mereka tidak ada sangkut pautnya dengan percobaan pembunuhan terhadap Skripal dan putrinya Yulia.

"Sikap provokatif dari negara-negara yang mengikuti Inggris tanpa memandang duduk persoalan sebenarnya hanya akan mengeskalasi konfrontasi," ujar Kemenlu Rusia melalui pernyataan resminya.

Sebelumnya, Skripal dan putrinya ditemukan dalam kondisi tidak sabar pada sebuah bangku di Salisbury (4/3/2018).

May menuduh Kremlin pelakunya setelah mereka menemukan senyawa bernama Novichok dalam tubuh keduanya.

Baca: Suami Istri Tega Menjual Anak Mereka yang Cacat Kepada Pria Hidung Belang seharga Rp 200 Ribu

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved