Amerika Serikat Bunuh Dua Teroris di Libya

Gambar di media lokal menunjukkan mayat di tanah dengan beberapa anggota badan dan kepalanya hilang, dan sebuah mobil dengan jendela meledak

Editor: Ferry Ndoen
Pos Kupang/Reuters
Pejuang pasukan Libya beraliansi dengan pemerintah yang didukung oleh PBB bergerak dari sebuah pantai setelah mereka menembakkan meriam dengan tank T-55 buatan Soviet ke pejuang ISIS di Sirte, Libya 2016 silam (REUTERS/Goran Tomasevic ) 

POS KUPANG.COM - Pasukan Amerika Serikat mengatakan membunuh "dua teroris" dalam serangan udara di Libya barat daya, Sabtu, sebagai bagian dari upaya mencegah gerilyawan memiliki tempat berlindung aman di gurun luas negara itu.

Serangan itu terjadi di pinggiran kota Ubari dan dilakukan dalam koordinasi dengan pemerintah diakui internasional, Pemerintah Kesepakatan Nasional di Tripoli, kata Komando Afrika Amerika Serikat dalam pernyataan.

"Pada saat ini, kami menilai tidak ada warga terbunuh dalam serangan tersebut," kata pernyataan itu.

Saksi di Kota Ubari mengatakan kepada Reuters melalui telepon bahwa ledakan besar terdengar sekitar tengah hari.

Satu rumah di lingkungan Fursan diserang dan dua mayat ditemukan di sana, katanya. Penduduk dari lingkungan itu berkata rumah itu sering dikunjungi oleh orang asing, menurut saksi, yang tidak ingin diidentifikasi karena alasan keamanan.

Gambar di media lokal menunjukkan mayat di tanah dengan beberapa anggota badan dan kepalanya hilang, dan sebuah mobil dengan jendela-jendela yang meledak dan lusinan lubang di satu sisi.

Pasukan Amerika Serikat telah melakukan serangan udara sesekali untuk menargetkan militan di Libya selama beberapa tahun terakhir.

Mereka juga meluncurkan kampanye udara melawan kelompok ISIS di bekas markas kelompok itu di Libya yaitu di Sirte pada tahun 2016, saat pasukan lokal berjuang untuk mengusir gerilyawan dari kota.

Pada tahun lalu, Amerika Serikat mengatakan menewaskan puluhan orang terduga gerilyawan dalam serangan udara di daerah gurun selatan Sirte saat mencoba menghentikan para gerilyawan berkumpul kembali.

Kali ini adalah untuk pertama kalinya pasukan itu mengakui melakukan serangan jauh ke kawasan selatan hingga Ubari, yang terletak sekitar 700 km (435 mil) selatan Tripoli, di jalan menuju perbatasan Libya dengan Aljazair.

Pejabat Libya dan Barat telah lama memperingatkan tentang risiko militan terkait dengan kelompok ISIS dan al-Qaeda menggunakan kawasan selatan Libya sebagai markas.

"Kami berkomitmen untuk mempertahankan tekanan pada jaringan teror dan mencegah teroris membangun markas yang aman," kata pernyataan Komando Afrika Amerika Serikat.

Tidak ada informasi tentang identitas mereka yang menjadi target.

Libya masuk ke dalam konflik setelah pemberontakan yang didukung Nato pada 2011 dan telah memiliki sejumlah pemerintah yang saling bersaing yang berbasis di Tripoli dan bagian timur selama empat tahun terakhir.

Faksi-faksi yang bersaing telah berjuang untuk memperoleh pengaruh di bagian selatan negara itu, di mana Tentara Nasional Libya (LNA), yang selaras dengan pemerintah yang berpusat di timur, baru-baru ini meningkatkan kegiatan militernya.

Sumber:
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved