Lembata Juara Satu Kasus Kekerasan Anak di NTT

Kabupaten Lembata menjadi juara satu dalam kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lembata Juara Satu Kasus Kekerasan Anak di NTT
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Kepala Bidang Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A), Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Lembata, Hedv. Vian T Banni 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Kabupaten Lembata menjadi juara satu dalam kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Memang benar, kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di daerah ini masih sangat tinggi. Kasus ini mendominasi tindakan pidana lainnya di daerah ini. Untuk itulah pemerintah sedang berusaha untuk mengatasinya," kata Kepala Bidang Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A), Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Lembata, Hedv. Vian T Banni, Kamis (22/3/2018).

Baca: Finish Tour de Flores Etape Pertama di Patung Bunda Maria Segala Bangsa

Kepada Pos-Kupang.Com di Lewoleba, Vian mengatakan, selama tahun 2017 total kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak cukup banyak. Jumlahnya 54 kasus yang dilaporkan kepada pemerintah.

Dari jumlah itu, lanjut Vian, kasus tindakan pelecehan seksual, percabulan dan pemerkosaan terhadap anak mencapai 20 kasus. Dari 20 kasus tersebut, 10 di antaranya sudah divonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lembata.

Baca: Polres Belu Terjunkan 300 Personel Lakukan Operasi Semana Santa

Jumlah kasus tersebut, lanjut dia, belum termasuk tindak pidana lainnya seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penganiayaan terhadap perempuan, penelantaran terhadap anak dan kasus-kasus lainnya.

Terhadap masalah itu, lanjut dia, Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, juga telah mengungkapkan pada setiap pertemuan di daerah itu. Bupati Sunur mengatakan, hingga saat ini, kasus pidana di masyarakat relatif tinggi. Sedangkan human trafficking tidak ada.

Tingginya kasus pidana itu lebih pada kekerasan terhadap perempuan dan anak. "Kasus human trafficking memang tidak ada di Lembata. Tapi kasus lainnya berupa kekerasan terhadap anak, misalnya pelecehan seksual, percabulan dan pemerkosaan, sangat tinggi. Hal ini harus diatasi," ujar Bupati Sunur. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved