Rabu, 29 April 2026

Benarkah Selama 3 Bulan Hanya 3 TKW Asal Sikka yang Berangkat ke Luar Negeri?

Benarkah Selama 3 Bulan Hanya 3 TKW Asal Sikka yang Berangkat ke Luar Negeri? Ini Jawaban Kadis Nakertrans Sikka.

Penulis: Eugenius Moa | Editor: OMDSMY Novemy Leo
POS KUPANG/EUGENIUS MOA
Germanus Goleng, S.Sos. 

Laporan wartawan  Pos-Kupang.Com, Eginius  Mo’a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Benarkah Selama 3 Bulan Hanya 3 TKW Asal Sikka yang Berangkat ke Luar Negeri?

Berbagai  tindakan kekerasan   hingga  kematian  yang menimpa beberapa orang  tenaga kerja  wanita  (TKW)  dari sejumlah  daerah  di  Propinsi  NTT  membuat prihatin  pemerintah  Kabupaten Sikka.

Baca: 25 Tong Sampah di Kota Borong Manggarai Timur Ini Dibakar

Baca: Supir Taxi Bandara El Tari Kupang Buka Rahasia! Berapa yang Mereka Bayar ke Primkopau

Baca: Ternyata alasan 50 supir taxi Bandara El Tari itu Mogok, Karena Hal Ini

Baca: Nah Loh! 50 Sopir Taxi Di Bandara Eltari Mogok

Dinas  Tenga Kerja  dan Transmigrasi   Sikka selama tiga bulan  pada  2018   hanya mencatat  tiga   TKW  bekerja  di luar negeri. Mereka menjalani profesi sebagai  pembantu  rumah  tangga, seorang bekerja  di Hongkong dan dua orang di Malaysia.

“Tiga  orang  TKW  ini  legal  direkrut  Perusahaan  Pengerah  Jasa Tenaga Kerja   (PJTKI)  yang resmi beroperasi  di  Sikka. Semua  tata  cara  rekrutmen  dan perjanjian  kerja  transparan.  Karena itu saya  tidak  khawatirkan  keadaan mereka,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan  Transmigrasi  Sikka, Germanus Goleng, S.Sos, kepada  Pos-Kupang.com, Kamis  (22/3/2018)  di Maumere.

Tahun   2017, kata Germanus,   ada  19 orang warga Sikka bekerja di  luar negeri. Ada   10  orang perempuan  menjalani profesi sebagai  pembantu  rumah  tangga di Malaysia dan  empat  orang di Singapura,   sedangka  orang pria bekerja  di Hongkong.

Baca: Ayah Mertua Diserang Keluarga Pengantin Perempuan Di Panggung Karena Lakukan Tindakan Pelecehan

Baca: Nah Loh! Bohongi Suami, Selingkuh di Hotel, Perempuan Ini Meninggal tak Wajar, Begini Faktanya

Baca: Pria Ini Ngeliat Ceweknya Selingkuh, Reaksinya Sungguh Tak Terduga!

Germanus mengakui, kasus  kekerasan berakibat  kematian menimpa beberapa   orang  TKW  asal  NTT  memprihatinkannya. Kejadian  memberi peringatan  kepada seluruh  masyarakat di  Sikka.

Menurut Germanus, TKI dan  TKW  ilegal  asal  Sikka  bekerja  di luar negeri  relatif  banyak.  Proses  keberangkatan  dilakukan sembunyi-sembunyi.

“Kita biasanya  tahu ketika  ada kejadian yang menimpa mereka.  Dari  situ ketahuan, kalau TKI  atau  TKW bermasalah  itu  ilegal,” tandas  Germanus.

Baca: Wah! Ga Bisa Bohong, Suara Kita Bisa Jadi Alat Deteksi Kita Selingkuh atau Tidak

Baca: Perempuan Itu Benar-benar Aneh, Coba Baca Fakta Ini dan Anda Pasti Menyetujuinya

Baca: Perempuan Jangan Menari dengan Gendang Laki-laki

Dia menyebut dua  desa di  Sikka sebagai  kantong  TKI dan TKW   mendapat intervensi program   Desa Migran Produktif dari Kementrian Tenaga Kerja RI, yakni  Desa Done di Kecamatan Magepanda dan Desa  Dobo di Kecamatan Mego.

“Di  dua desa ini,  banyak tenaga  kerja ilegal yang kerja  di  dalam negeri  dan di luar negeri.  Ada di  dusun  tertentu,  setiap rumah ada warga  menjadi  TKW dan  TKI,”  kata  Germanus. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved