Benarkah Selama 3 Bulan Hanya 3 TKW Asal Sikka yang Berangkat ke Luar Negeri?
Benarkah Selama 3 Bulan Hanya 3 TKW Asal Sikka yang Berangkat ke Luar Negeri? Ini Jawaban Kadis Nakertrans Sikka.
Penulis: Eugenius Moa | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Eginius Mo’a
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Benarkah Selama 3 Bulan Hanya 3 TKW Asal Sikka yang Berangkat ke Luar Negeri?
Berbagai tindakan kekerasan hingga kematian yang menimpa beberapa orang tenaga kerja wanita (TKW) dari sejumlah daerah di Propinsi NTT membuat prihatin pemerintah Kabupaten Sikka.
Baca: 25 Tong Sampah di Kota Borong Manggarai Timur Ini Dibakar
Baca: Supir Taxi Bandara El Tari Kupang Buka Rahasia! Berapa yang Mereka Bayar ke Primkopau
Baca: Ternyata alasan 50 supir taxi Bandara El Tari itu Mogok, Karena Hal Ini
Baca: Nah Loh! 50 Sopir Taxi Di Bandara Eltari Mogok
Dinas Tenga Kerja dan Transmigrasi Sikka selama tiga bulan pada 2018 hanya mencatat tiga TKW bekerja di luar negeri. Mereka menjalani profesi sebagai pembantu rumah tangga, seorang bekerja di Hongkong dan dua orang di Malaysia.
“Tiga orang TKW ini legal direkrut Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja (PJTKI) yang resmi beroperasi di Sikka. Semua tata cara rekrutmen dan perjanjian kerja transparan. Karena itu saya tidak khawatirkan keadaan mereka,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sikka, Germanus Goleng, S.Sos, kepada Pos-Kupang.com, Kamis (22/3/2018) di Maumere.
Tahun 2017, kata Germanus, ada 19 orang warga Sikka bekerja di luar negeri. Ada 10 orang perempuan menjalani profesi sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia dan empat orang di Singapura, sedangka orang pria bekerja di Hongkong.
Baca: Ayah Mertua Diserang Keluarga Pengantin Perempuan Di Panggung Karena Lakukan Tindakan Pelecehan
Baca: Nah Loh! Bohongi Suami, Selingkuh di Hotel, Perempuan Ini Meninggal tak Wajar, Begini Faktanya
Baca: Pria Ini Ngeliat Ceweknya Selingkuh, Reaksinya Sungguh Tak Terduga!
Germanus mengakui, kasus kekerasan berakibat kematian menimpa beberapa orang TKW asal NTT memprihatinkannya. Kejadian memberi peringatan kepada seluruh masyarakat di Sikka.
Menurut Germanus, TKI dan TKW ilegal asal Sikka bekerja di luar negeri relatif banyak. Proses keberangkatan dilakukan sembunyi-sembunyi.
“Kita biasanya tahu ketika ada kejadian yang menimpa mereka. Dari situ ketahuan, kalau TKI atau TKW bermasalah itu ilegal,” tandas Germanus.
Baca: Wah! Ga Bisa Bohong, Suara Kita Bisa Jadi Alat Deteksi Kita Selingkuh atau Tidak
Baca: Perempuan Itu Benar-benar Aneh, Coba Baca Fakta Ini dan Anda Pasti Menyetujuinya
Baca: Perempuan Jangan Menari dengan Gendang Laki-laki
Dia menyebut dua desa di Sikka sebagai kantong TKI dan TKW mendapat intervensi program Desa Migran Produktif dari Kementrian Tenaga Kerja RI, yakni Desa Done di Kecamatan Magepanda dan Desa Dobo di Kecamatan Mego.
“Di dua desa ini, banyak tenaga kerja ilegal yang kerja di dalam negeri dan di luar negeri. Ada di dusun tertentu, setiap rumah ada warga menjadi TKW dan TKI,” kata Germanus. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/germanus-goleng-ssos_20180322_135234.jpg)