Kirim Ikan Tembang dari Lembata Harus Tunggu Tol Laut

Sekarang ini pabrik ikan tersebut tak mampu lagi menampung ikan tembang yang diperolah dari nelayan Lembata.

Kirim Ikan Tembang dari Lembata Harus Tunggu Tol Laut
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Ruang penampungan ikan di pabrik ikan Waijarang penuh sesak dengan ikan tembang. Gambar diabadikan, Selasa (13/3/2018). 

Laporan Wartawan POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Manajemen PT Eisindo Lembata, perusahaan pengelola ikan di Waijarang, akan segera mengirim 125 ton ikan tembang ke Surabaya.

Pengiriman ikan tembang itu menunggu kapal Tol Laut Indonesia yang dijadwalkan tiba di Pelabuhan Lewoleba, Minggu (18/3/2018) nanti.

Pelaksana Harian Direktur Utama PT Eisindo Lembata, Sutanto melalui stafnya, Descha Saputra kepada Pos Kupang di kantornya, Selasa (13/3/2018).

Saat ini Owner perusahaan tersebut, Junaedi sedang berada di Surabaya untuk urusan penting lainnya.

Saputra mengatakan, sekarang ini pabrik ikan tersebut tak mampu lagi menampung ikan tembang yang diperolah dari nelayan Lembata.

Karyawan PT. Eisindo Lembata sedang menyeleksi ikan tembang sebelum dikirim ke negara tujuan
Karyawan PT. Eisindo Lembata sedang menyeleksi ikan tembang sebelum dikirim ke negara tujuan (POS KUPANG/FRANS KROWIN)

Tempat penyimpanan ikan sudah penuh sesak dengan ikan tembang. Ikan yang ditampung telah melampaui kapasitas penyimpanan di pabrik tersebut.

Karena itu, katanya, volume ikan sebanyak 125 ton itu harus segera dikirim sehingga perusahaan tersebut bisa menerima lagi ikan tembang yang dijual nelayan setempat.

Baca: Macet di Transmart Kaitan dengan Gaji?, Ini Kata Wakil Walikota Soal Parkir di Badan Jalan

Baca: Salut, Bukan Hanya Gila Bola, Fans Barca di Ende Lakukan Aksi Sosial

Pengirimannya menunggu kapal tol laut yang dijadwalkan tiba di Pelabuhan Lewoleba, 18 Maret 2018.

"Kami sudah menandatangani kerja sama dengan manajemen kapal tol laut Indonesia, Jadi pengiriman ikan tembang dari Lewoleba selalu menggunakan jasa kapal ini," ujarnya. Ia menolak menyebutkan biaya pengiriman ikan tembang itu dari Lewoleba ke Surabaya.

PELABUHAN TPI --- Salah seorang pengusaha ikan di Lewoleba sedang sibuk menyiapkan coolbox di Pelabuhan TPI Lewoleba. Coolbox itu berisi ikan tembang minyak (sardines oil) yang hendak dikirim ke Kupang. Gambar diabadikan, Selasa (9/8/2016)
PELABUHAN TPI --- Salah seorang pengusaha ikan di Lewoleba sedang sibuk menyiapkan coolbox di Pelabuhan TPI Lewoleba. Coolbox itu berisi ikan tembang minyak (sardines oil) yang hendak dikirim ke Kupang. Gambar diabadikan, Selasa (9/8/2016) (Pos Kupang/Frans Krowin)

Ia menyebutkan, ikan yang dikirim adalah ikan segar. Ikan itu hasil seleksi ikan yang saban hari dijual nelayan ke perusahaan tersebut. Pihaknya tak mau mengirimkan ikan yang tak berkualitas karena tak ingin menodai kepercayaan mitra bisnis PT Eisindo Lembata.

Tentang suplai ikan tembang dari nelayan, dia mengatakan, relatif lancar. Hampir setiap hari nelayan menjual ikan ke perusahaan tersebut. Yang dijual nelayan tak hanya ikan tembang tapi juga jenis ikan lainnya. Ada ikan kombong, tuna, cakalang, tenggiri dan ikan dasar laut lainnya.

Meski demikian, katanya, PT Eisindo lebih fokus ikan tembang. Sebab ikan jenis tersebut dibeli untuk selanjutnya diekspor ke sejumlah negara baik di Australia, Cina, Jepang, Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa.
Ketika ditanya untuk apakah ikan-ikan itu dibeli perusahaan dari negara-negara tersebut, Saputra mengatakan, ikan tembang Lembata selain digunakan sebagai umpan, juga untuk kebutuhan pabrik pengalengan ikan di negara masing-masing. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved