Duh, Kepala Desa Ini Mengaku Utang Beras di Toko Untuk Jamu Tamu Acara Pasola
Biasanya pada pesta budaya pasola, selaku tuan rumah acara, kami harus menjamu tamu. Disinilah letak kesulitannya.
Penulis: Petrus Piter | Editor: Fredrikus Royanto Bau
Laporan Reporter Pos Kupang.com, Petrus Piter
POS KUPANG.COM, WAIKABUBAK - Warga Desa Praibakul, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat saat ini sedang mengalami kekurangan beras akibat gagal panen tahun lalu.
Karena itu pemerintah diminta untuk mempercepat proses penyaluran beras miskin (raskin) yang kini berubah nama beras sejahtera (rasta).
Hal ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Praibakul, Kristian Reingu Kodi saat ditemui Pos Kupang di kantornya, Rabu (7/3/2018).
Baca: Wisatawan Nusantara Turut Ramaikan Festival Komodo, Ini Yang Mereka Lakukan di Labuan Bajo
Dikatakannya, dengan kondisi tersebut, warga berharap mestinya pemerintah mendistribusikan rasta pada musim panceklik atau musim tanam antara Januari hingga April.
"Sebagai kepala desa sudah komunikasi dengan bagian ekononi setda Sumba Barat dan perum Bulog Sumba Barat. Namun hal itu belum bisa terlaksana," ujarnya.
Dari penjelasan yang diperolehnya, lanjut Kristian, belum tersalurnya rastra tersebut karena karena pemerintah dalam hal ini bagian ekonomi masih harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu terkait kebijakan penerima rasta gratis tahun 2018 ini.
"Makanya sampai saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah Kabupaten," jelasnya.
Baca: Luar Biasa! Ketua Sinode GMIT Terima Penghargaan Silvia Michel Prize di Swiss
Namun demikian, ia berharap perlu kebijakan secepat mungkin demi membantu masyarakat kecil di desa itu.
Kristian mencontohkan, masyatakat saat ini mengalami kesulitan stok beras untuk persiapan menjamu tamu pada acara pagelaran budaya pasola, Kamis (9/3/2018).
Bahkan dirinya terpaksa bon beras di toko untuk mempersiapkan diri menyambut pasola, Kamis (9/3/2018).
Biasanya pada pesta budaya pasola, selaku tuan rumah acara, kami harus menjamu tamu. Disinilah letak kesulitannya.
Meski demikian, ia optimis gelar budaya pasola berjalan aman, lancar dan damai karena semua masyarakat Wanokaka berkomitmen menjaga keamanan selama pasola
Komitmen itu sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir di mana pasola berakhir damai. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kades_20180307_160921.jpg)