Kamis, 9 April 2026

Suster Biara Santa Elisabet Curhat Keadaan Asrama dan Klinik Kepada DPRD TTS

Ketua Komisi IV DPRD TTS, Relygius Usfunan, mengunjungi biara St. Elisabet di Desa Teiftop, Kecamatan Mollo Utara, Sabtu (3/3/2018) sore.

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG/DION KOTA
Ketua Komisi IV DPRD TTS, Relygius Usfunan, didampingi Sr. Maria sedang melihat dinding kamar WC dan kamar mandi asrama putri yang sudah mulai amblas dan retak akibat pergerakan tanah, Sabtu (3/3/2018). 

Laporan wartawan Pos Kupang.Com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM, SOE - Ketua Komisi IV DPRD TTS, Relygius Usfunan, mengunjungi biara St. Elisabet di Desa Teiftop, Kecamatan Mollo Utara, Sabtu (3/3/2018) sore.

Kedatangan Relygius langsung disambut haru oleh Sr. Maria Delorosa yang langsung berlari untuk menyapa ketua komisi IV tersebut.

Baca: Luar Biasa! Camat Lamba Leda dan Warga Tutup Jalan Berlubang

Ucapan terima kasih tak henti-hentinya mengalir dari mulut Sr. Maria kepada Relygius yang sudah mau menyempatkan diri mengunjungi biara St. Elisabet.

"Aduh Bapak terima kasih sudah mau datang lihat kami di biara. Kami punya keadaan seperti ini. Kami terima kasih karena Bapak sudah mau datang lihat kami," ujar Sr. Maria sambil memperlihatkan keadaan Biara St. Elisabet.

Sr. Maria mengajak Relygius berkeliling melihat keadaan biara, asrama putri CIJ Novena Kapan dan Klinik. Sesampainya di bangunan kamar mandi dan kamar WC asrama, Sr. Maria langsung menunjukkan sebagian gedung tersebut yang hampir amblas dan dindingnya sudah retak akibat pergerakan tanah.

Kepada Relygius, Sr. Maria bercerita jika sebagian toilet dan kamar mandi di ruang tersebut sudah lama tidak digunakan karena dikhawatirkan akan rubuh sewaktu-waktu.

Dari tujuh kamar WC dan tiga kamar mandi yang ada, saat ini yang bisa digunakan hanya dua kamar WC.

"Bapak tolong bantu kami untuk perbaiki gedung kamar mandi dan WC ini. Kami takut jika sewaktu-waktu gedung ini rubuh dan menimpa anak-anak kami. Karena keterbatasan uang yang kami miliki, hingga saat ini gedung ini belum bisa kami perbaiki. Anak-anak terpaksa masih menggunakan dua kamar WC karena keterbatasan kamar WC dan Kamar mandi di asrama ini," keluh Sr. Maria.

Kepada Relygius, Sr. Maria menjelaskan, ada 27 anak putri yang menginap di asrama putri CIJ Novena Kapan. Sebelas siswi saat ini duduk dibangku sekolah menengah atas dan enam belas siswi lainnya duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Ke-27 siswi datang dari berbagai pelosok wilayah di Kabupaten TTS. Karena jarak rumah jauh dari sekolah, para siswi memilih tinggal di asrama. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved