Waduh, Volume Air Meningkat Warga Dua Desa di Malaka Cemas Diterjang Banjir
Banjir mulai meningkat sekitar pukul 20.00 Wita setelah tanggul di sungai Benanain jebol.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Fredrikus Royanto Bau
Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Teni Jenahas
POS KUPANG.COM, BETUN - Warga Desa Motaulun dan Kaseleon, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka merasa cemas dengan kondisi banjir yang kian membesar, Rabu (28/2/2018) malam.
Banjir mulai meningkat sekitar pukul 20.00 Wita setelah tanggul di Sungai Benanain jebol.
Baca: Andre Garu Sebut Banyak Bupati Takut Kritisi Ketika Kewenangan Diambilalih Provinsi
Baca: Nah Loh, Gara-Gara Ruas Lingkar Luar, Melchias Mekeng Setop DAK Penugasan
Banjir sudah meluas ke areal persawahan di Desa Kaseleon dan Motaulun hingga ke rumah penduduk.
Baca: Mantap, Dishub Kota Kupang Dapat Bantuan Anggaran Bangun Pembatas Jalan
Baca: Plt. Bupati Sikka Test Jalan Darurat di Sungai Dagemage
Warga Desa Motaulun, Dita Klau saat dihubungi Pos Kupang, Rabu (28/2/2018) malam mengatakan, mereka merasa khawatir karena banjir terus membesar.
Kondisi banjir setinggi lutut orang dewasa. Di rumah Dita Klau tidak terendam banjir karena rumah panggung sedangkan beberapa rumah tetangganya sudah terendam banjir seperti rumah milik Herman Klau, Fransiskus Muti dan Wati Klau.
Dita mengatakan, hujan yang terjadi Malaka Rabu (28/2/2018) tidak terlalu deras. Banjir besar terjadi karena curah hujan di wilayah TTU sangat besar.
Karena kali Benanain menampung air dari sejumlah kali di hulu sehingga wilayah Malaka yang menjadi sasaran.
Dita mengatakan, sampai saat ini banjir masih besar di wilayah itu. Jika hujan di wilayah pegunungan sudah berhenti maka kemungkinan dua atau tiga jam lagi banjir sudah redah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/banjir_20180301_003709.jpg)