BPJS Kesehatan Rote Ndao Gelar Spot Checking KIS

Respon peserta sungguh di luar dugaan karena sebagian besar dari mereka sangat antusias dengan adanya KIS tersebut

Editor: Dion DB Putra
ISTIMEWA
Petugas BPJS Kesehatan Kantor Kabupaten Rote Ndao bersama JNE melakukan spot checking KIS ke peserta di Desa Bo'a, Kecamatan Rote Barat, Jumat (23/2/2018) 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- BPJS Kesehatan Kantor Kabupaten Rote Ndao bersama dengan JNE melakukan Spot Checking KIS langsung kepada Peserta (End User) di Desa Bo'a, Kecamatan Rote Barat pada hari Jumat (23/2/2018).

Demikian keterangan pers yang diterima Pos Kupang dari Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Nethy Ernaningsih, Rabu (28/2/2018).

Nethy menjelaskan sampel peserta yang menjadi target spot checking kali ini sebanyak 22 orang. Terdapat enam peserta yang tidak berhasil ditemui di rumahnya karena sedang melaut ataupun berkebun.

Selain itu, terdapat pula sejumlah tiga peserta yang telah meninggal dunia pasca diserahkannya Kartu Indonesia Sehat (KIS) di akhir tahun 2015 dan tahun 2016 namun belum melaporkan ke kantor BPJS Kesehatan setempat.

Dari sejumlah peserta yang berhasil ditemui, petugas sempat berdialog serta menanyakan tentang manfaat KIS selama ini.

Respon peserta sungguh di luar dugaan karena sebagian besar dari mereka sangat antusias dengan adanya KIS tersebut, sehingga membantu sekali saat berobat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut.

Mereka menyatakan sangat puas menjalani perawatan selama di rumah sakit dan tidak dikenakan biaya sedikitpun berkat adanya KIS.

"Sudah hampir dua tahun belakangan saya menggunakan Kartu ini (KIS) untuk keperluan berobat di rumah sakit di Kupang karena mengalami sakit stroke (kelumpuhan sebelah kiri). Sampai saat ini saya tetap melakukan kontrol rutin setiap bulan di poliklinik rumah sakit untuk melakukan fisiotherapy," tutur Sadrak Nggadas, salah satu peserta Program JKN-KIS yang dikunjungi petugas.

Pengalaman berbeda disampaikan peserta lainnya, Frans Pello. Ia mengaku telah melakukan pemeriksaan mata di Poliklinik RSUD Ba'a, namun karena dokter spesialis mata tidak ada, ia dirujuk ke Rumah Sakit di Kupang untuk operasi katarak.

"Dokter spesialis mata tidak ada, jadi dirujuk ke Kupang. Bulan depan saya ke sana untuk operasi katarak," ucap Frans. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved