Pilkada Sikka

Roby Idong Punya Cara Atasi Kekerasan Perempuan dan Anak

Tekap hari yang makin berat membuat segelintir kepala rumah tangga stres dan melakukan jalan pintas melakukan kekerasan kepada kaum wanita

Roby Idong Punya Cara Atasi Kekerasan Perempuan dan Anak
POS KUPANG.COM/EGINIUS MOA
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Roby Idong (kiri) dan Romanus Woga (kanan). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Eginius Mo'a

POS KUPANG.COM, MAUMERE- Urusan perut diduga sebagai salah satu sebab kekerasan perempuan dan anak di Sikka.

Penguatan ekonomi rumah tangga dan menggandeng semua tokoh agama memberikan pemahaman dan pencerahan kepada rumah-rumah tangga di Kabupaten Sikka, Pulau Flores akan ditempuh calon Bupati Sikka, Roby Idong dan wakilnya Romanus Woga.

"Kami akan cari tahu penyebab kasus kekerasan perempuan dan anak di Sikka. Dugaan saya, ipenyebab yang dominan soal perut, urusan ekonomi rumah tangga. Tekap hari yang makin berat membuat segelintir kepala rumah tangga stres dan melakukan jalan pintas melakukan kekerasan kepada kaum wanita dan anak-anak," ujar Roby Idong, menghubungi pos-kupang.com, Senin (26/2/2018) di Maumere.

Menurut Roby, ketika ekonomi rumah tangga makin baik, makan dan minum cukup, akses pendidikan dan kesehatan yang mudah, masyarakat akan memikirkan kepada aktivitas yang positif. Namun ia tak hanya konsentrasi ekonomi menciptakan peluang wirausaha yang menyerap tenaga kerja.

Baca: Penyidik Polres TTS Gelar Kasus Kematian Paulina Herlince di Polda NTT

Edukasi dan pendekatan kepada masyarakat bekerjasama dengan tokoh-tokoh semua agama dilakukan Roby. Kaum awam gereja,tokoh umat dilibatkan memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang kehidupan rumah tangga dan kemasyarakatan. Lembaga-lembaga adat dibentuk di desa-desa dilibatkan dan terakhir lewat penegakan hukum.

Roby mengakui, angka kasus kekerasan kepada perempuan dan anak terus bertambah setiap tahun menjadi beban pemerintah menyelesaikan.

Baca: Lomba Terbang di Alor Tetap Dilakukan Tapi Ini Proses Yang Harus Dilalui

Tentu saja tidak sebatas penegakan hukum menciptakan efek jera, tetapi lebih penting menanamkan nilai penghormatan kepada kaum perempuan dan anak. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved