Korban Kebakaran Pasar Inpres SoE Mengeluh, Ini Penyebabnya

Sembilan pedagang Pasar Inpres Soe mengeluh ke Kantor Badan Pendapatan Daerah TTS karena tidak mendapatkan kios baru setelah selesai dibangun.

Korban Kebakaran Pasar Inpres SoE Mengeluh, Ini Penyebabnya
POS KUPANG/DION KOTA
Pedagang Pasar Inpres SoE sedang diwawancarai wartawan di depan Kantor Badan Pendapatan Daerah TTS, Rabu (21/2/2018).

Laporan wartawan Pos Kupang.Com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM, SOE - Sembilan pedagang Pasar Inpres Soe mengeluh ke Kantor Badan Pendapatan Daerah TTS karena tidak mendapatkan kios baru setelah selesai dibangun.

Mereka ingin mempertanyakan kenapa kios baru malah diserahkan kepada pedagang baru dan bukan kepada pedagang lama korban kebakaran tahun 2016 lalu.

Ema Penu Weo, pedagang sembako mengaku tidak terima dirinya yang menjadi korban kebakaran Pasar Inpres SoE tidak mendapat alokasi kios baru. Ia mengaku sudah mengeluhkan hal ini kepada anggota DPRD TTS.

"Kami ini orang lama yang menjadi korban kebakaran malah tidak mendapat alokasi kios baru. Kios baru malah kasih ke pedagang baru. Kami mohon hal ini bisa menjadi perhatian Badan Pendapatan Asli Daerah, " ujar Ema.

Hal senada juga diungkapkan Siti Halima, pedagang pakaian di Pasar Inpres SoE. Dia mengeluh karena tidak mendapatkan alokasi kios baru paska kebakaran. Dirinya bahkan menunjukan bukti pembayaran retribusi pasar tahun 2016. Dia juga menuding ada petugas pasar yang mendapatkan alokasi pasar baru.

"Kami jualan hanya untuk cari hidup. Jadi kami berharap pemerintah bisa memperhatikan pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Inpres SoE di tahun 2016 lalu," katanya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved