Ini yang Ditawarkan Aleks-Stef Saat Temui Warga Done dan Reroroja

Crossway Dagemage di perbatasan Desa Kolisia A dan Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda, 18 Km arah utara Kota Maumere, Pulau Flores, putus pekan lalu.

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG/EGINIUS MO'A
Warga melintas di jembatan bambu di Sungai Dagemage, Km 18 arah utara Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, diterjang banjir, Senin (12/2/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Crossway Dagemage di perbatasan Desa Kolisia A dan Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda, 18 Km arah utara Kota Maumere, Pulau Flores, putus pekan lalu.

Setelah menyeberang kali, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Aleks Longginus-Stef Say beraudiens dengan warga Desa Done dan Desa Reroroja, Rabu (21/2/2018) petang.

Warga Desa Done kebanyakan menjadi perantau menyandang tenaga kerja ilegal (TKI) di luar negri. Perlakuan miris yang sering diterima warga, Aleks dan Stef menawarkan program dan kegiatan memotong mata rantai TKI ilegal.

"Pak Stef dan timnya nekat menyeberang lewat sungai. Tapi, mereka jalan jauh dari crossway menuju ke arah bukit Wair Nokerua lalu seberang kali. Kalau lewat atas (dekat crossway) jurang dalam," kata Aleks yang dihubungi Pos-Kupang.Com, Rabu petang.

Aleks mengatakan perlu segera dibangun kembali jembatan permanen melintasi Sungai Dagemage. Penderitaan masyarakat di Kecamatan Magepanda, dan kecamatan lain dari Kabupaten Ende hingga Mbay sangat terasa ketika crossway ini dibawah banjir Minggu yang lalu.

"Masyarakat dari Kecamatan Magepanda harus bayar ongkos angkutan lebih mahal untuk pergi pulang ke Maumere. Lewat jembatan bambu juga harus bayar, akhirnya uang mereka yang sedikit habis di ongkos," kata Aleks. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved