WKRI Harus Menjadi Injil yang Hidup di Tengah Masyarakat
kehadiran para perempuan melalui WKRI di gereja harus memberikan sentuhan khusus bagi perkembangan gereja dan umat.
Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Agustinus Sape
Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Apolonia Matilde Dhiu
POS-KUPANG.COM - Pater Baltasar Manehat, SVD meminta anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) untuk menjadi Injil yang hidup di tengah masyarakat, yang dimulai dari keluarga.
Hal itu disampaikan Baltasar dalam kotbahnya saat memimpin misa hari Minggu sekaligus misa pengukuhan pengurus WKRI Ranting Stasi Santo Fransiskus Xaverius Naimata, Paroki Santo Yosef Pekerja Penfui Kupang, Minggu (18/2/2018).
Yang dimaksudkan adalah bagaimana WKRI memberikan pelayanan berkualitas kepada sesama yang dimulai dari gereja yang paling kecil yakni rumah tangga atau keluarga dan memberi warna khas sesuai ajaran sosial gereja.
Dia mengatakan, dewasa ini banyak keluarga yag menyerahkan pendidikan anak-anaknya kepada sekolah oleh karena berbagai kesibukan. Padahal, peran keluarga sangat penting bagi pembentukan pribadi dan iman anak.
Ia mengatakan, kehadiran para perempuan melalui WKRI di gereja harus memberikan sentuhan khusus bagi perkembangan gereja dan umat.
"Ini kesempatan kita berbuat baik dan jangan tunggu sampai mati. Kerajaan Allah sudah dekat dan ini kesempatan kita tunjukkan kualitas kita dalam melayani sesama. Jangan suka menunda-nunda," katanya.
Ketua WKRI Ranting Naimata, Teni Ali Niron, dalam sambutan singkatnya usai pelantikan, mengatakan, banyak program yang harus dikerjakan setelah pelantikan.
Dirinya tidak bisa bekerja sendirian,. tetapi membutuhkan partisipasi semua pihak terutama para pengurus dan anggota WKRI.
Ia mengatakan, WKRI juga membutuhkan dukungan dari Dewan Pastoral Stasi Naimata dan para suami sehingga pelayanan yang akan dilakukan berjalan baik.
Ia bersama para pengurus WKRI Naimata dan anggota akan mengerjakan program-program yang menyentuh umat di stasi ini.
Ia juga berharap, kerja sama, tuntunan dan bimbingan dari DPC WKRI Paroki St. Yosef Pekerja Penfui, dalam membangun iman umat di stasi ini.
"Ke depan setelah pelantikan kita akan segera bahas program yang akan dikerjakan. Di stasi ini banyak ibu yang punya potensi luar biasa," katanya.
Ketua Dewan Pastoral Stasi (DPS) Naimata, Aleks Take Ofong, S.Fil, mengatakan, kehadiran para ibu dalam WKRI sangat dibutuhkan.
Ia mengatakan, pembangunan gereja di stasi ini membutuhkan sentuhan dari ibu-ibu potensial ini sehingga lebih berwarna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/wkri-naimata_20180218_123549.jpg)