20 Anggota Polres Jadi Pengawal Pribadi di Nagekeo
Anggota yang ditempatkan jadi walpri tidak sekedar anggota tapi anggota Polri yang berasal dari luar Ngada dan Nagekeo.
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Ferry Ndoen
Laporan wartawan poskupang.com, adiana ahmad
POS-KUPANG.COM, MBAY--Polres Ngada menugaskan 20 orang anggotanya menjadi pengawal pribadi (walpri) lima pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Nagekeo.
Anggota yang ditempatkan jadi walpri tidak sekedar anggota tapi anggota Polri yang berasal dari luar Ngada dan Nagekeo. Kebijakan itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kontaminasi anggota dengan kepentingan paslon.
Kapolres Ngada, AKBP Firnan Affandi dalam keterangan persnya kepada wartawan di Hotel Pepita Mbay, Selasa (13/2/2018).
Firman mengatakan, paslon memang mempunyai keinginan sendiri dengan mengajukan sejumlah nama anggota Polri karena hubungan kekerabatan. Namun permintaan paslon, kata Firman, tidak dapat dipenuhi karena pertimbangan independensi Polri.
"Ada calon yang mibta anggota yang mereka kenal. Tapi dengan pertimbangan netralitas Polri, kita tidak penuhi permintaan paslon. Anggota yang kita tempatkan jadi walpri, diambil dari luar Ngada dan Nagekeo. Mereka akan bertugas sampai penetapan calon terpilih," kata Firman.
Selain strategi tersebut, lanjut Firman, sebelum ditugaskan menjadi walpri 20 anggota yang ada sudah dibekali pengetahuan khusus dalam menjalankan tugas sebagai walpri dengan mengacu pada SOP yang ditetapkan melalui Peraturan Kapolri .
Namun peluang bagi paslon untuk menolak walpri dari Polri juga terbuka. "Bagi paslon yang tidak siap, bisa tidak menggunakan walpri tapi dengan surat pernyataan penolakan," tambah Firman. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/polre-nagekeo_20180213_222928.jpg)