Selasa, 12 Mei 2026

Perkumpulan Masyarakat Penanganan Bencana NTT Gelar Diskusi Bahas Sekolah Aman Bencana

Perkumpulan Masyarakat Penanganan Bencana (PMPB) NTT,menggelar diskusi bahas Sekolah Aman Bencana.

Tayang:
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GORDI DONOFAN-
Para peserta pose usai diskusi yang digelar oleh PMPB NTT di Hotel Amaris Kupang, Kamis (1/2/2018). 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Perkumpulan Masyarakat Penanganan Bencana (PMPB) NTT,menggelar diskusi bahas Sekolah Aman Bencana.

Diskusi digelar di Hotel Amaris, Jalan Bundaran PU No. 1 Tuak Daun Merah, Kupang NTT, Kamis (1/2/2018).

Baca:  Inilah Wajah Para RT/RW se-Kecamatan Maulafa Dilantik

Hadir sebagai pemateri, Chandra Dethan dari Childfund Indoensia NTT, Roni Seran dari PMPB NTT dan Ferina Futboe dari Lingkar Remaja.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Seksi Kesiswaan Dinas Pendidikan NTT, Goris K. Bahy.

Goris K. Bahy, pada kesempatan itu mengpresiasi kegiatan tersebut. Kegiatan yang digagas dapat mendorong NGO-NGO yang ada di NTT agar bisa masuk-masuk ke sekolah-sekolah supaya sekolah-sekolah dapat memasukan upaya pengurangan resiko bencana dalam satu kurikulum disekolah.

Baca: Gelombang Laut Tinggi, Polisi Himbau Pengunjung Pantai Wini Tidak Mandi di Laut

Ia mengatakan, 75 % sekolah di Indonesia memiliki resiko bencana.

"Tugas kita adalah memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk mengimplementasikan program pengurangan resiko bencana. Baik sosialisasi kesekolah terkait kebutuhan maupun terkait resiko dari dari bencana. Demi mengurangi resiko bencana. Kita berupaya untuk mengurangi resiko bencana, " ungkap Goris K. Bahy.

Para peserta pose usai diskusi yang digelar oleh PMPB NTT di Hotel Amaris Kupang, Kamis (1/2/2018).
Para peserta pose usai diskusi yang digelar oleh PMPB NTT di Hotel Amaris Kupang, Kamis (1/2/2018). (POS KUPANG/GORDI DONOFAN-)

Ia mengatakan, perlu kerjasama dan terus berkoordinasi dengan semua linta sektor demi bersama-sama menyukseskan implementasi sekolah aman bencana.

Baca: Inflasi di NTT 0,94 Persen

"Karena ini urusan kemanusiaan maka kita harus bekerja sama, saling berkoordinasi. Baik itu dengan pemerintah, NGO dan pihak lainnya," ujarnya.

Roni Seran, dari PMPB NTT, menjelaskan, dalam upaya untuk mewujudkan sekolah aman bencana, perlu peran aktif semua pihak. Baik pemerintah, swasta maupun masyarakat serta sekolah itu sendiri.

Para peserta pose usai diskusi yang digelar oleh PMPB NTT di Hotel Amaris Kupang, Kamis (1/2/2018).
Para peserta pose usai diskusi yang digelar oleh PMPB NTT di Hotel Amaris Kupang, Kamis (1/2/2018). (POS KUPANG/GORDI DONOFAN-)

"Perlunya koordinasi dan komunikasi yang intens untuk implementasikan program sekolah/madrasah di NTT," jelasnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved