Ma'rifatul Susah Tidur Takut Air Laut Masuk Rumah
Ini yang dikatakan warga kelurahan Solor terkait dengan gelombang dan angin kencang saat ini
Penulis: Maria Enotoda | Editor: Marsel Ali
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria A E Toda
POS-KUPANG.COM|KUPANG - Cuaca extrim berupa angin kencang, hujan lebat dan juga gelombang tinggi yang sedang melanda hampir seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur menimbulkan kekhawatiran penduduk yang bermukim di kawasan pinggiran pantai.
Saat ditemui di rumahnya di kelurahan Solor Selasa (30/1/2018) Ma'rifatul atau yang biasa disapa mbak Cendol ini mengatakan kekhawatiran saat gelombang tinggi dan angin kencang selalu ada.
Menurutnya, saat siang hari walaupun gelombang tinggi tapi tidak membahayakan karena pasang surut tetapi saat malam air laut naik dan bahkan percikan airnya sampai di atap rumah.
" Kalau sudah jam 10 malam sampai jam 3 kita susah tidur karena air naik sampai di dalam rumah, percikan gelombang yang besar sampai melewati atap rumah bahkan sampai di halaman depan rumah, tapi kalau sudah mulai jam 4 air mulai surut itu baru kita bisa tidur," ujarnya.
Selain itu, menurut Ma'rifatul, air ledeng yang sudah disimpannya di tempat penampungan air bahkan sampai tercampur dengan air laut sehingga asin saat dikonsumsi.
"Saya kebetulan sewa rumah di sini, pemiliknya malahan sudah mengungsi pas mulai gelombang tinggi sekarang tidak ada dia, saya masih bertahan di sini," ujarnya.
Selain Ma'rifatul, Saleh Idin salah seorang warga kelurahan Solor di tempat yang sama mengatakan dirinya memang sudah terbiasa dengan situasi iklim seperti sekarang hanya saya menurut penuturannya seng-seng rumah yang dipakai sebagai atap paling cepat keropos karena terus saja terkena air laut apalagi saat musim angin kencang dan gelombang.
"Seng itu kami ganti 2-3 tahun sekali, karena cepat keropos kena air laut terus apalagi musim begini percikan gelombang air laut yang tidak sedikit sampai melewati atap rumah," ujarnya.
Saleh juga mengatakan 1 minggu terakhir banyak nelayan yang tidak melaut karena khawatir dengan gelombang yang cukup tinggi serta angin kencang.
" Sepi tidak ada yang cari ikan, saya juga jual alat pancing tapi akhir-akhir ini tidak ada yang beli karena tidak mancing takut gelombang," tutur Saleh.
Pantauan Pos Kupang Selasa (30/1/2018) siang, gelombang yang terjadi cukup tinggi, disertai angin yang cukup kencang dan juga perumahan warga yang terbilang dekat dengan garis pantai memiliki atap rumah rendah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gelombang_20180130_183608.jpg)