Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018 Penanda Bencana Besar? Benarkah, Ini Penjelasannya
Banyak orang percaya ini bencana ini ada kaitannya dengan bulan darah super biru yang akan muncul 31 Januari 2018 nanti.
Penulis: Djuwariah Wonga | Editor: Djuwariah Wonga
POS-KUPANG.COM- Pada penghujung bulan ini, disinyalir akan terjadi supermoon atau yang dikenal dengan sebutan gerhana bulan atau blood moon.
"Anda hampir merasa seolah-olah bisa meraihnya, meraih bola yang bercahaya tiu, dan memasukkannya ke dalam cangkir kopi Anda," kata NASA mengutip Viral4real.
NASA lewat pernyataan resminya mengatakan kita akan melihat salah satu dari tiga Super Moons dari sebuah trilogi- atau yang biasa disebut Blue Moon-dikombinasikan dengan gerhana matahari.
Kondisi itu membuat tiga momen selestial khusus dalam satu malam.
Bersama-sama, mereka membuat sesuatu yang disebut NASA “super blue blood moon”.
Baca: Korban Tewas Serangan Bom Mobil di Kabul Menjadi 103 Orang
Baca: Air Ketuban Mengalir di Kaki Saat Pengantin Wanita Asyik Berdansa
Baca: Girls, Punya Rambut Halus di Atas Bibir? Jika Tak Suka, Hilangkan Saja dengan Ramuan Alami Ini
Banyak orang sangat antusias untuk mengabadikan dan menyaksikan fenomena yang sangat langka.
Tapi tak sedikit orang yang percaya bahwa supermoon langka menandakan datangnya bencana.
Melansir Viral4real, beberapa hari yang lalu, Gunung Mayon di Filipina telah meletus.
Lebih dari 27.000 penduduk desa dievakuasi dari rumah mereka.
Banyak orang percaya ini bencana ini ada kaitannya dengan bulan darah super biru yang akan muncul 31 Januari 2018 nanti.
Tapi adakah bukti ilmiah bahwa bulan darah ada hubungannya dengan gunung yang meletus?
Bagaimana bulan berhubungan dengan aktivitas vulkanik di Bumi?