Pilgub NTT

Tuak Curu Penyegar Dahaga dan Kehidupan, Ritual Wuat Wa'i Sambut Para Tamu Cagub Benny Kabur Harman

Sedangkan curu yang disimbolkan dengan ayam jantan putih sebagai lambang kehidupan.

Tuak Curu Penyegar Dahaga dan Kehidupan, Ritual Wuat Wa'i Sambut Para Tamu Cagub Benny Kabur Harman
POS KUPANG/GERADUS MANYELA
Upacara tuak curu penerimaan, Jefri Riwu Koreh dan Herman Man di kediaman Agus Kabur, Kota Rureng, Jumat (26/1/2018) malam. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Geradus Manyela

POS-KUPANG.COM|RUTENG--Tuak curu simbol penyegar dahaga dan kehidupan. Dulu orang Manggarai dalam beraktivitas dan berinteraksi sosial dengan berjalan kaki turun naik gunung sampai dahaga dan tuak satu-satunya sumber penyegar dahaga. Apa yang diwariskan leluhur tetap lestari hingga saat ini.

Sedangkan curu yang disimbolkan dengan ayam jantan putih sebagai lambang kehidupan.

Ayam adalah hewan yang pintar mengingatkan waktu untuk orang yang tidur untuk bangun dan bekerja, ayam juga pintar mencari makan dan diyakini memiliki kemampuan mendekatkan manusia dengan leluhur.

Itulah sebabnya, setiap tamu penting di Manggarai selalu diterima dengan tuak curu.

Arti dan makna simbol adat ini dijelaskan Agus Kabur, kakak kandung calon gubernur NTT, Benny Kabur Harman ketika menerima kehadiran Jefri Riwu Koreh dan Herman Man yang adalah walikota dan wakil walikota Kupang di kediamannya, Kota Ruteng, Jumat (26/1/2018) malam.

Kedua tokoh penting di Kota Kupang ini berada di Ruteng untuk menghadiri acara Wuat Wa'i pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Benny Kabur Harman dan Benny Aleksander Litelnoni yang familiar dengan tagline Harmoni di aula Assumpta Katedral Ruteng, siang ini pukul 11.00 wita.

Semalam semua tokoh politik, tokoh adat dan tokoh madyarakat berkumpul di kediaman Agus Kabur untuk mematangkan hajatan politik deklarasi yang dibingkai dalam adat Manggarai.

Hadir saat itu, calon gubernur NTT, Benny K Harman bersama istri, calon wakil gubernur NTT, Benny A Litelnoni bersama istri, Ketua DPD Demokrat NTT, Jefri Riwu Koreh, Sekretaris DPD Demokrat, Ferdinan Leu, Ketua DPP PKPI NTT, Yan Mbuik, Ketua DPW PKS, Suharjito, tokoh masyarakat Manggarai di Kupang, Herman Man, tokoh politik asal Rote Ndao, Melkianus Adoe, tokoh politik dan tokoh masyarakat Sumba, Emanuel Babu Eha,tim pemenangan Harmoni serta tokoh penting lainnya.

Rencananya acara Wuat Wa'i siang ini akan dihadiri sekitar 3.500 orang dari unsur pengurus partai koalisi dari desa-desa, kecamatan dan kabupaten tiga Manggarai Raya, keluarga, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, unsur perempuan dan relawan se-Manggarai Raya, Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka. (*)

Penulis: Gerardus Manyela
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved