Jumat, 10 April 2026

WTP Hibah Dari Pemerintah Honggaria Segera Beroperasi di Ende

Masalah kekurangan air di Kota Ende mudaha-mudahan bisa terbantukan dengan munculnya alat yang satu ini

Penulis: Romualdus Pius | Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/Romualdus Pius
Direktur PDAM Ende, Soedarsono 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Water Treament Plant (WTP) atau unit pengolahan air yang merupakan hibah dari Negara Honggaria yang dibangun di wilayah Kelurahan Rewarangga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende segera beroperasi dalam tahun 2018 ini.

Dirut PDAM Ende, Soedarsono mengatakan hal itu kepada Pos Kupang saat ditemui di lokasi pembangunan WTP di wilayah Kelurahan Rewarangga, Rabu (17/1/2018).
Soedarsono mengatakan bahwa WTP yang dibangun berkapasitas 40 liter per detik merupakan hibah dari Negara Honggaria yang bekerjasama dengan Pemerintah Negara RI yang juga memberikan bantuan dana melalui APBN.

"Artinya WTP yang ada adalah merupakan hasil kerjasama antara Negara RI melalui APBN dengan Negara Honggaria," kata Soedarsono.

Menurut Soedarsono, pelaksanaan pembangunan WTP yang dimulai dari tahun 2017 lalu akan rampung pada pertengahan tahun 2018 dengan demikian bisa mengatasi kekurangan air yang terjadi selama ini didalam wilayah Kota Ende.

Dikatakan selain membangun WTP, PDAM Ende juga akan memasang jaringan perpipaan yang berasal dari WTP menuju ke arah Kota Ende di sepanjang Kali Wolowona maka untuk proses pemasangan jaringan itu PDAM Ende bekerjasama dengan pihak Kelurahan Rewarangga terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat pemilik tanah yang tanahnya dilewati jaringan perpipaan.

Sosialiasasi itu dimaksudkan agar masyarakat bisa memahami keberadaan pembangunan jaringan perpipaan yang dibangun untuk kepentingan umum.

"Iya kita sosialisasi dulu agar tidak ribut di masa mendatang karena kalau masyarakat sudah memahami juga menerima pelaksanaan pembangunan jaringan perpipaan PDAM maka proses pembangunan bisa berjalan lancar,"kata Soedarsono.

Sedangkan mengenai pelaksanaan pembangunan WTP jelas Soedarsono memang ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2018 dan saat itu dipastikan bahwa persediaan air untuk wilayah perkotaan tidak lagi sulit.

WTP yang dibangun saat ini, kata Soedarsono, secara fisik pelaksanaan pembangunan berjalan cepat karena didukung oleh tenaga kerja yang professional juga yang menguntungkan bahwa pelaksanaan pembangunan gedung WTP dilakukan diatas tanah milik Pemda Ende yang merupakan bekas gedung sekolah.

Tentang lokasi pembangunan yang berada diatas daerah aliran air sehingga rawan terjadi banjir sewaktu-waktu yang bisa mengancam keberadaan WTP, Soedarsono mengakui bahwa hal tersebut namun demikian pihaknya sudah mengantisipasi dengan membangunan drainase di samping gedung WTP sehingga air bisa mengalir lewat samping gedung WTP apabila suatu saat terjadi banjir.

"Iya dulu memang sempat terjadi banjir besar namun saat itu di hulu sungai ada bendungan namun kini bendungan itu sudah tidak ada sehingga aliran air bisa normal namun untuk aliran air sudah kami antisipasi dengan membangun drainase disamping gedung guna memberi jalan air apabila terjadi banjir,"kata Soedarsono.(*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved