Beginilah Jadinya Bila Ada Kerusakan Kecil Tidak Ditanggulangi Seperi Crossway Dagemage
Gara-gara kerusakan kecil yang tidak segera diperbaiki maka crossway ini kini menjadi masalah serius
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Marsel Ali
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a
POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Sikka di Pulau Flores, sejak Rabu petang sampai Kamis (11/1/2018) mulai membawa malapetaka.
Crossway Dagemage di kilometer 18 ruas jalan negara di lintas utara di Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda, putus digerus banjir, Kamis malam pukul 23.00 Wita.
Meski bangunan ini telah putus, kendaraan roda dua, mobil besar dan kecil masih bisa lewat di sisi atas crossway melewati kali. Namun bila hujan dan banjir,sangat rawan dilewati.
Crossway ini pernah tergerus banjir sejak Januari dan Februari tahun 2017, tetapi dibiarkan tak ada penanganan.
Kini, crossway ini telah putus total.
Bagian utama badan jalan rubuh membentuk lubang selebar jalan sekitar lima meter lebih dan panjang sekitar 20-an meter. Bahkan bagian bawahnya menyisahkan rongga lebar membahayakan warga berdiri di bagian atasnya.
Putusnya crossway ini membawa keuntungan kepada segelintir warga setempat. Sejak hari Rabu sore ketika banjir besar melintasi crossway, sepeda motor yang tak bisa lewat dan diseberangkan oleh beberapa tenaga manusia degan ongkos Rp 50.000/unit.
Namun pada Kamis pagi ketika crossway sudah putus total, warga memasang batu kali di pinggiran crossway agar bisa dilintasi kendaraan.
Sepeda motor dipungut Rp 5.000/unit, mobil kecil Rp 20.000 dan mobil besar truk dan bis Rp 30.000/unit.
Uang yang dikumpulkan oleh kelompok orang beranggotakan belasan pria ini digunakan untk membeli nasi bungkus, moke (arak buatan lokal), pisang dan ikan dibakar dimakan bersama.
Warga Desa Kolisia B, Matheus Beke, mengatakan crossway rubuh sekitar pukul 23.00 Wita, tak ada lalu lintas kendaraan melintas.
"Ini kerusakanya sejak awal tahun 2017, tapi tidak pernah diperbaiki. Sekarang rusak total, bagian bawahnya sudah lubang, orang berdiri di atasnya sangat membahayakan," ujar Matheus.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sikka,Iptu Frids Mada, S.H, datang ke lokasi musibah memasang garis polisi untuk mengingatkan warga dan pengendara agar tidak masuk dalam area yang diberi garis polisi.
Crossway Dagemage menghubungkan wilayah-wilayah Flores di bagian utara meliputi Kecamatan Magepanda di Sikka, Kecamatan Kota Baru, Maurole di Kabupaten Ende menuju ke Mbay ibukota Kabupaten Nagekeo.
Semua angkutan umum dan pribadi dari arah Mbay lewat ruas jalan ini karena lebih dekat dan relatif landai menuju ke Kota Mamere.
Kondisi ruas jalan lintas utara sebagain besar masih rusak berat. Beberapa segmen di wilayah Kabupaten Ende dan sebagian di Kabupaten Nageko merupakan jalan tanah.
Ketika ruas ini macet, lalu lintas angkutan umum putar ke selatan lebih jauh dengan waktu tempuh lebih lama. Kondisi lintas selatan meliuk-liuk dan banyak wilayah jurang, rawan longsor setiap musim hujan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/crossway_20180111_170108.jpg)