Pilgub Jawa Timur

Risma Menyebut Abdullah Azwar Anas Jadi Korban

Risma membenarkan dirinya baru saja bertemu Djarot yang juga pengurus DPP PDIP terkait mundurnya Abdullah Azwar Anas

Editor: Agustinus Sape
Surya/Haorrahman
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka UMKM Banyuwangi. SURYA/HAORRAHMAN 

Namun ketika saya berproses dalam pencalonan sebagai wakil gubernur, ada pihak-pihak yang menggunakan segala cara yang mengorbankan kehormatan keluarga saya, rakyat Banyuwangi dan Jawa Timur, serta para ulama dan sesepuh yang selama ini membimbing saya.

Untuk itu, demi tanggung jawab saya kepada masyarakat, bahwa menjadi pemimpin itu harus amanah, juga demi terwujudnya program-program kerakyatan partai dalam pembangunan untuk menyejahterakan rakyat Jatim, maka saya memberikan kembali mandat penugasan sebagai cawagub Jatim ke partai.

Saya sunguh mengucapkan terima kasih, kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, keluarga besar PDI Perjuangan dan Nahdliyin yang telah memberi kepercayaan kepada saya.

Ibu Megawati telah mengajarkan kepada kami semua untuk memegang teguh komitmen terhadap aspek-aspek kepemimpinan.

Akhir kata, saya tetap percaya bahwa mereka yang menggunakan politik segala cara akan diberikan keadilan oleh Allah SWT.

Saya percaya ada nur-keadilan yang akan menerangi hamba Allah yang tidak sempurna ini.

Untuk selanjutnya, saya akan berjuang dengan segenap daya dan upaya, bersama-sama rakyat Banyuwangi, untuk mewujudkan kesejahteraan bagi semua sebagaimana telah berhasil kita jalankan dalam hampir delapan tahun terakhir.

Wassalamualaikum Wr Wb.

Hasto Prihatin

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku sedih dan prihatin setelah melaporkan pengembalian mandat penugasan Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Timur oleh Abdullah Azwar Anas kepada Ketua Umum partai berlambang banteng itu, Megawati Soekarnoputri.

Kendati demikian, ia menyebut partainya menerima penyerahan mandat dari Bupati Banyuwangi tersebut.

"Jadi setelah saya melaporkan kepada ibu Ketua Umum, dengan sangat sedih, prihatin, kami menerima surat penyerahan mandat itu," ujar Hasto.

Hasto menambahkan, pihaknya memang secara resmi telah menerima keputusan itu.

Namun ia menegaskan PDIP belum memiliki calon pengganti pria yang dituding melakukan perbuatan tidak senonoh lantaran sejumlah foto vulgar yang beredar beberapa waktu lalu pasca mandat tersebut diberikan padanya.

"Karena itulah, secara resmi kami memang menerima (hal) itu, tapi kami belum memikirkan dan memutuskan siapa yang akan menjadi pengganti dari Azwar Anas," jelas Hasto.

Halaman
123
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved