Malam Tahun Baru di Maumere, Marselus dan Sakarias Dihadang Gerombolan Pemabuk
Senin dini hari pukul 03.00 Wita, kedua korban hendak pulang ke Nelle, sekitar 7 km arah selatan Maumere.
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Agustinus Sape
Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Eginius Mo’a
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Sekawanan pria mabuk menondai perayaan malam pergantian tahun 2017 ke tahun baru 2018 di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Senin (1/1/2018) malam.
Marselus Rafael Sadipun (55) dan Sakarias Alferdus Sadipun dihadang kemudian dikeroyok kawanan pria mabuk yang sedang merayakan acara di depan Swalayan Barata di Jalan Ahmad Yani, Senin (1/1/201) sekitar pukul 03.00 Wita.
Tak hanya mengalami luka-luka akibat pengeroyokan yang dilakukan secara membabi buta itu, kawanan pelaku merusak kendaraan yang ditumpangi Marselus dan Sakarias.
Baca: Pesta Kembang Api di Kota Waikabubak Dijaga Ketat Aparat Keamanan
Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sikka, AKBP I Made Kusuma Jaya, S.H, S.IK, melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas, AKP Andriz Setyawan, S.H, S.IK, mengatakan ulah kawanan pelaku itu telah ditangani kepolisian.
“Pelaku melakukan pengeroyokan dan perusakan mobil. Setelah menerima pengaduan korban, polisi telah bekerja cepat menangkap sembilan orang pelaku,” kata Andriz, kepada Pos-Kupang.com, Senin (1/1/2018).
Andriz menjelaskan, Senin dini hari pukul 03.00 Wita, kedua korban hendak pulang ke Nelle, sekitar 7 km arah selatan Maumere.
Setibanya di depan Swalayan Barata, kata Andriz, mereka dihadang dan langsung dikeroyok kawanan pelaku menggunakan batu, kayu dan tangan.
Ulah para pelaku mengakibatkan kedua korban menerima perawatan di RSUD dr.T.C. Hilleres Maumere.
“Tadi pagi (Senin), korban membuat pengaduan ke polisi. Unit tiga menindaklanjuti laporan korban mengamankn sembilan pelaku pengeroyokan,” ujar Andriz.
Baca: VIDEO: Tindak Kriminal di Ende Menurun di Tahun 2017
Pantauan Pos-Kupang.com pada perayaan pergantian tahun 2017 ke tahun 2018 berlangsung nyaman di seluruh Kota Maumere. Berbagai cara diekspresikan warga melepaskan tahun 2017 dengan doa syukur di rumah-rumah, pesta kembang api dan pesta bersama di komunitas-komunitas.
Namun tak sedikit pula kelompok anak-anak muda merayakan kegembiraan malam tahun baru menggelar pesta musik, makan dan minum di beberapa lingkungan.
Baca: Kapolda NTT Minta Sambut Tahun Baru Bukan dengan Miras
Pada Senin pagi sampai petang, kawasan pesisir pantai, kolam-kolam renang ramai dikunjungi warga yang merayakan awal tahun 2018. Kawasan pantai di pantai utara dan pantai timur didatangi warga untuk bersenang-senang bersama keluarga. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pelaku-pengeroyokan_20180101_212211.jpg)