Senin, 20 April 2026

Parah! Pedagang di Pasar Inpres Larantuka Masih Bertahan di Pasar Darurat

Para pedagang di Pasar Inpres Larantuka terpaksa harus bertahan di pasar darurat karena alasan ini

Penulis: Felix Janggu | Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/Feliks Janggu
Pasar Darurat di Larantuka 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Pasar Inpres Kota Larantuka, Flores Timur belum juga rampung diperbaiki sejak diporakporandakan angin kencang awal Februari 2017 lalu.

Para pedagang pun masih bertahan di pasar sementara yang berseberangan dengan Pasar Inpres Larantuka.

Kondisi pasar sementara memprihatinkan. Para pedagang sebagian bertahan berjualan di panas terik dan hujan, beralaskan tanah kosong.

Seperti disaksikan Pos Kupang.com Rabu (27/12/2017), mereka berjejal di tepi jalan merebut ruang di antara lalu lalang kendaraan para pembeli.

Beruntung bagi pedagang yang menempati kios dan lapak yang disedikan pemerintah. Mereka masih bisa berjualan dengan aman dan nyaman.

Pasar Inpres Larantuka yang rusak akibat diterjang angin kencang bulan Februari 2017 dan belum diperbaiki hingga saat ini
Pasar Inpres Larantuka yang rusak akibat diterjang angin kencang bulan Februari 2017 dan belum diperbaiki hingga saat ini (Pos Kupang/Feliks Janggu)

Bebas dari panas mentari di siang hari, atau hujan di kala musim penghujan tiba seperti terjadi saat ini.

Nasib berbeda dialami para pedagang kecil yang tidak berdaya untuk membeli fasilitas apa pun.

Mereka berjualan dengan beratap terik matahari dan diguyur hujan. Para pedagang ini duduk lesehan beralas tanah dengan payung sederhana di atas kepala.

Para pedagang sudah mengalami ini sejak perbaikan Pasar Inpres Larantuka Tahun 2016 lalu.

Sudah mau berakhir tahun 2017, pembangunan pasar Inpres Larantuka belum juga rampung.

Para pedagang masih harus menanti tak pasti. Sebab paska kerusakan atap pasar inpres usai dibangun, sampai saat ini belum diperbaiki.

Ibu Helena dan Maria, dua pedagang yang ditemui Rabu (27/12/2017) tetap berterimakasih kepada pemerintah karena tidak memungut pajak kepada mereka.

Para pedagang yang tidak mendapat fasilitas pemerintah dibebaskan dari pajak. Hal itu atas perintah wakil bupati Flotim Agustinus Payong Boli saat sidak di pasar itu.

Untuk diketahui, APBN Tahun 2016 mengalokasikan Rp.9,5 Miliar untuk membangun Pasar Inpres Kota Larantuka.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved