Tujuh Bulan Dinyatakan Meninggal dan Dikremasi, Pria Ini Pulang Ke Rumah, Keluarga Kaget
Pada 18 Mei polisi setempat menyatakan, Sakorn meninggal dunia karena sakit pencernaan di rumah sewanya di Bangkok.
Penulis: Vika Widiastuti | Editor: Vika Widiastuti
POS KUPANG.COM - Seorang pria bernama Sakorn Sacheewa dari provinsi Si Ka Ket, Thailand baru-baru ini mengejutkan keluarganya.
Dinyatakan meninggal oleh polisi tujuh bulan yang lalu, Sakorn tiba-tiba kembali ke rumah.
Baca: Wartawan Olahraga, Pendiri Tabloid BOLA, Sumohadi Marsis Wafat
Menurut SCMP dilansir dari World Of Buzz pada Senin (25/12/2017), Sakorn telah pindah ke Bangkok untuk bekerja di kapal nelayan selama dua tahun.
Selama dua tahun itu, dia belum pernah menghubungi keluarganya.
Sayangnya, pada 18 Mei, keluarganya dihubungi oleh polisi setempat, Sakorn dinyatakan meninggal dunia karena sakit pencernaan di kamar sewanya di Bangkok.
Mendengar kabar itu, keluarga bersedih.
Mereka lantas mengambil jasadnya di Fakultas Kedokteran Rumah Sakit Vajira Navamindradhiraj University.
Saat melihat jasadnya, sepupu Sakorn, Nakornchai melihat gigi depan tampak berbeda.

Sakorn memiliki dua gigi yang hilang.
Sepupunya mengemukakan kekhawatirannya pada petugas, tetapi tidak dihiraukan.
Pihak keluarga tetap diminta untuk membawa mayat yang sudah membengkak itu.
Surat kematiannya dikeluarkan tiga hari kemudian dan mayatnya dikremasi.
Tujuh bulan kemudian, Sakorn yang sebenarnya masih hidup meninggalkan pekerjaannya dan memutuskan kembali ke rumah.
Dia dengan santai masuk ke rumahnya hanya untuk mengetahui, keluarganya mengiranya sudah lama meninggal dan dikremasi.
Sepupunya tak bisa percaya apa yang dia lihat lalu menyentuh Sakorn sampai mereka benar-benar yakin, dia bukanlah hantu.
Ibunya yang sama-sama terkejut juga tak percaya.

"Kamu sudah mati, bagaimana bisa kembali?" ujarnya.
Kepala desa bahkan dipanggil untuk memverifikasi identitas Sakorn dan memeriksanya dengan baik.
Tidak ada yang masuk akal sampai sakorn menceritakan kisahnya.
Rupanya, saat masih bekerja di kapala nelayan, kartu identitasnya dicuri oleh seorang pekerja Myanmar yang melarikan diri.
Baca: Libur Panjang - Gunung Agung Erupsi Lagi, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Dipastikan Aman!
Sakorn kemudian mendapatkan kartu pengganti yang dikeluarkan oleh kantor distrik Khanom.
Terkait identitas pria yang telah dikremasi, pihak berwenang juga tidak memberikan jawaban.
Sakorn meminta cacatan resmi diubah karena dia benar-benar belum mati.
(Tribunnews/Vika Widiastuti)