HUT NTT
Marianus Bangga Kenakan Pakaian Adat Ngada
Raut wajah mereka sangat sumringah. Mengenakan sarung adat khas daerah masing-masing, mereka tampak anggun.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Agustinus Sape
Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Marianus Alberto Akoi, Maria Anisa Ciompah dan Cindy Tasaem tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
Ketiga siswa SMAN 5 Kota Kupang itu merupakan peserta karnaval yang ikut dalam karnaval budaya dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-59 Provinsi NTT.
Raut wajah mereka sangat sumringah. Mengenakan sarung adat khas daerah masing-masing, mereka tampak anggun.
Ditemui usai karnaval, Marianus Alberto Akoit yang mengenakan pakaian adat khas Ngada-Bajawa tampak semangat.
Ia mengaku bangga bisa mengenakan pakaian adat khas Bajawa meskipun ia bukan orang Bajawa.
"Saya orang Kefa, tapi saya bangga bisa kenakan pakaian adat Bajawa. Luar biasa rasanya. Ini sesuatu yang jarang terjadi," ungkap siswa yang akrab disapa Abe ini.
Ia mengaku senang ikut karnaval. Karena bisa mengenal budaya di seluruh NTT.
Siswa lainnya, Maria Anisa Ciompah, mengaku senang dan kagum bisa mengenakan pakaian adat Lembata.
"Momen ini sebagai ajang untuk dapat melihat budaya dan adat-istiadat di NTT," ujarnya.
Ia mengharapkan agar pakaian adat daerah di NTT dilestarikan.
"Kita patut bangga karena kita memiliki pakaian adat banyak di NTT. Bangga jadi anak NTT. Mari kita lestarikan budaya NTT," ujarnya.
Siswa lain, Cindy Tasaem, mengatakan, mengaku baru perdana mengenakan pakiaan adat dari Ngada.
"Warnanya mencolok dan kren sekali. Padahal kita bisa satukan budaya lewat pakaian adat. Kita sebagai generasi penerus harus menjaga nilai adat dan budaya daerah," ungkapnya.
"Saya sudah tiga kali ikut. Kita bisa menunjukkan budaya kita masing-masing dan itu luar biasa," ungkapnya. (*)