Kereta Api Terguling, Jatuh Korban Jiwa dan Puluhan Cedera

Kereta 501 meninggalkan Seattle untuk menuju Portland dan kecelakaan terjadi di bagian rel kereta api di sebelah selatan Tacoma.

Kereta Api Terguling, Jatuh Korban Jiwa dan Puluhan Cedera
Reuters
Korban jiwa berada di dalam kereta dan bukan pengguna jalan raya. Laporan-laporan awal menyebutkan enam orang meninggal namun diperkirakan jumlahnya masih akan meningkat. (Reuters/BBC Indonesia/Tribunnews) 

WASHINGTON | Satu kereta api dalam perjalanan perdananya di negara bagian Washington, Amerika Serikat, terlempar ke luar dari jembatan kereta api.

Gerbongnya kemudian jatuh ke jalan bebas hambatan di bawah jembatan pada saat jam sibuk di pagi hari, Senin (18/12/2017), ketika orang-orang sedang dalam perjalanan ke kantor.

Pihak berwenang mengatakan jatuh beberapa korban jiwa sementara petuga medis mengatakan 77 orang sudah dibawa ke rumah sakit karena cedera.

Gambar-gambar dari tempat kejadian memperlihatkan semua gerbong kereta api cepat itu ke luar dari relnya.

Kereta 501 sedang melakukan perjalan perdana dengan jalur baru yang lebih pendek. (Reuters/BBC Indonesia/Tribunnews)
Kereta 501 sedang melakukan perjalan perdana dengan jalur baru yang lebih pendek. (Reuters/BBC Indonesia/Tribunnews) (Reuters)

Kereta api milik perusahaan Amtrak itu sedang melakukan perjalanan perdana untuk jalur barunya yang lebih pendek.

Kereta 501 meninggalkan Seattle untuk menuju Portland dan kecelakaan terjadi di bagian rel kereta api di sebelah selatan Tacoma, yang sebelumnya hanya digunakan untuk kereta barang.

Baca: Putri Tanjung Raih Gelar Putri Tenun NTT 2017

Baca: Provinsi NTT Dapat Dana APBN Tahun 2018 Sebesar Rp 32,99 Triliun

Foto yang beredar memperlihatkan beberapa mobil di jalan bebas hambatan terkena gerbong yang jatuh.

Juru bicara Sheriff wilayah Pierce County, Ed Troyer, mengatakan ada 'beberapa' korban jiwa di dalam kereta api namun tidak ada pengguna jalan raya yang tewas.

Presiden Donald Trump, sudah menulis pesan di Twitter menanggapi kecelakaan ini dengan pesan pertama yang mengatakan 'memperlihatkan kebutuhan rencana prasarana masa depan'.

"Tujuh triliun dolar dihabiskan di Timur Tengah, sementara jalan, jembatan, terowongan, rel kereta (dan banyak lagi) hancur! Tidak untuk waktu lama!"

Belakangan baru dia menambahkan dengan 'pikiran dan doanya untuk mereka yang terlibat. (tribunnews/bbc indonesia)

Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved