Waspada Yang Satu Ini! NTT Darurat Hepatitis B

Sesuai hasil penelitian ternyata, penderita Hepatitis cukup banyak di NTT. Ini penjelasannya

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/Gordi Donofan
dr. Chatarina A. P. Keraf, saat menyampaikan materi tentang hepatitis B di Taman Dedari Kupang, Sabtu (9/12/2017) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Penyakit Hati menempati nomor 7 di Indonesia dan Nusa Tenggara Timur Darurat Hepatitis B.

Penderita hepatitis itu banyak diderita pada anak usia masuk Sekolah Menengah Pertama.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2013, provinsi NTT memiliki data hepatitis A lebih banyak diderita oleh kaum perempuan.

"Di NTT pada tahun 2013 berdasarkan Riskesdas itu jumlah penderita Hepatitis A lebih banyak pada perempuan dan penderita penyakit Hepatitis B dan C lebih banyak pada pria. Penyakit hepatitis sama-sama mendominasi," ungkap dr. Chatarina A. P. Keraf,SpPD, saat memaparkan materi tentang Hepatitis B di Taman Dedari Kupang, Sabtu (9/12/2017).

Seminar ini dilaksanakan oleh Persatuan Dharma Wanita Hindu Kupang kerja sama dengan RSIA Dedari Kupang dengan tema Seminar Awam Waspada dan Cegah Hepatitis B.

dr. Chatarina menjelaskan, penderita hepatitis B di NTT mencapai 30%. Sedangkan penderita hepatitis A lebih dari 20%. Dan penting untuk melakukan screaning hepatitis mulai dari sekarang.

Ia menuturkan, NTT menduduki rangking satu (1) di Indonesia. Penularan di Kota Kupang itu banyak melalui seks bebas.

Peserta yang mengikuti sosialisasi tentang hepatitis B di Taman Dedari Kupang
Peserta yang mengikuti sosialisasi tentang hepatitis B di Taman Dedari Kupang (Pos Kupang/Gordi Donofan)

"Anak-anak muda yang notabene sehat terkena HIV dan AIDS plus Hepatitis B," ungkapnya.

dr. Chatarina, mengatakan, di Rumah Sakit Umum W. Z. Johannes baru-baru ini merawat 10 pasien Hepatitis. Dari 10 itu ada 8 orang menderita Hepatitis plus HIV dan AIDS.

"Bagi ibu hamil agar screaning hepatitis B. Jika terinfeksi maka bayi yang baru lahir harus diberikan vaksin imunogluglobin hepatitis B supaya bayi itu sehat dan tidak terinfeksi penyakit Hepatitis B," ungkap dr. Katarina.

Ia menegaskan, ibu-ibu hamil sebaiknya harus diperiksa hepatitis B supaya bisa dilakukan pengobatan.

"Yang harus dilakukan adalah biasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Tidak boleh menggunakan sikat gigi yang sama, tidak menggunakan gunting kuku yang sama karena mungkin sebelumnya ia menderita hepatitis, takutnya tertular lewat darah, atau darah tercecer. Sebaiknya kalau ada gunting kuku bisa dicuci menggunakan alkohol," ungkapnya.

Ia juga menyarankan, untuk tidak boleh mendiskriminasi terhadap penderita hepatitis.

"Penderita hepatitis B sulit diterima diperusahaan untuk bekerja. Karena mungkin esok-esok ia akan sakit sehingga produktifitas kerja berkurang," ungkapnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved