Berita Kota

DPW ORSHID Serahkan 80 Santunan

Bila ada warga yang tidak hadir, maka santunan akan diantarkan langsung ke rumah

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/YENI RAHMAWATI TOHRI
Penyerahan santunan secara simbolis di Sekretariat DPW ORSHID NTT, Rabu (6/12/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com,Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Dewan Pimpinan Wilayah Organisasi Shiddiqiyah (DWP ORSHID) menyerahkan 80 santunan kepada warga muslim maupun non muslim, di Sekretariat DWP ORSHID, kelurahan Manulai II, Rabu (6/12/2017).

Warga yang menerima santunan ini tidak hanya datang dari lingkup kelurahan Manulai II, tetapi dewan pengurus juga mengundang warga dari luar kelurahan untuk menerima santunan.

Warga yang menerima santunan terlebih dahulu sudah diberikan kupon. Bila ada warga yang tidak hadir, maka santunan akan diantarkan langsung ke rumah warga tersebut.

Salah satu penerima santunan warga RT 013 Kelurahan Manulai II, Margarita Na'u, tersenyum ketika ditanyai wartawan usai menerima santunan.

Ia merasa bersyukur karena sudah sering menerima Santunan dari DPW ORSHID.

Bantuan ini, kata Margarita dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Meskipun penyerahan baru dilakukan pukul 11.00 Wita, tapi saya sudaj datang dari pukul 09.30. Ikut berdo'a bersama sesuai dengan keyakinan masing-masing. Kita selalu berbaur tanpa memandang agama, tidak ada perbedaan di sini, " tuturnya.

Kegiatan pembagian santunan ini dilaksanakan dalam rangka Tasyakkuran Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT Dhibra (Shiddiqiyah) ke-17 Santunan Nasional XIII.

Ketua Panitia Tasyakkuran, Lasno ketika membaca sambuta Dewan Pengurus Pusat menyampaikan, penyerahan santunan ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dan juga perwakilan di luar negeri yakni Singapura dan Malaysia.

Santunan ini bertujuan untuk mensyukuri atas kelahiran Nabi Muhammad SAW dan hari lahirnya Shiddiqiyah dhibra ke-17.

Seluruh pengurus Dhibra pusat, lanjutnya, menyadari pentingnya acara santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

Karena hal tersebut merupakan bagian dari perwujudan cinta tanah air Indonesia.

Agar kesatuan RI diberi keselamatan dan menumbuhkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa.

"Keluarga besar Shiddqiyah harus selalu peduli anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Karena hak anaknya anak yatim piatuu dan kaum dhuafa ada pada diri kita masing-masing," tuturnya.
Ia menjelaskan dana ini dikumpulkan dari keluarga besar shiddiqiyah dan simpatisan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved