Plagiat Tabu Bagi Media
Ini yang dikatakan Pemimpin Redaksi Pos Kupang terkait dengan soal kasus plagiat. Media pantang melakukan ini
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Marsel Ali
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Plagiat tulisan atau berita tabu bagi media dan itu melanggar kode etik jurnalistik.
"Cloning berita atau praktek cloning tulisan, berita sampai hari ini masih terjadi dan masih ada," ungkap Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Dion DB Putra, saat memberikan materi pada seminar nasional melawan hoax dan plagiarisme di Kampus UKAW, Senin (4/12/2017).
Dion Putra, mengatakan, zaman sekarang kita berhadapan dengan produk new media. Produknyapun bukan seperti zaman dahulu kala.
"Kondisi 20 tahun yang lalu sangat berbeda dengan hari ini. Saat ini new media memiliki karakterisktik digital, hypertextual, virtual, network dan simulated," ungkap Dion.
Ia mengungkapkan, plagiat itu tidak dibenarkan. Mengakui gagasan orang lain sebagai hasil pemikiran sendiri itu sangat fatal.
"Misalkan kegiatan kita hari ini diliput oleh dua orang wartawan, tiba-tiba esok ada banyak media yang mempublikasikan berita kegiatan seminar kita hari ini itu merupakan plagiat," ungkap Dion.
Dion menjelaskan, ciri-ciri berita hoax yaitu, sensasional, bombastis, provokatif, suka-suka penulisnya berita lama ditulis ulang seolah baru terjadi, sumber tidak jelas kapasitas dan kompetensinya.
Selain itu, mengandung unsur diskriminatif dan dapat terlihat dari gaya penulisanya.
"Contohnya pesan-pesan di WA itu yang ada tulisan sebarkan, kalau tidak dikirim akan dapat sanksi dan sebagainya itu, itu semua hoax," ujar Dion.
Ia mengungkapkan, hoax yang ada itu semua didesign untuk kepentingan-kepentingan orang-orang tertentu. Jadi semua sudah diatur sedemikian rupa.
"Disampaikan Wina Armada dalam forum world presss Freedom Day di Jakarta, Senin, 1 Mei 2017 Hoax informasi tentang kesehatan nomor 1 di Indonesia dan Hoax tentang politik menempati urutan kedua," ungkap Dion Putra.
Dion berharap agar bersama-sama untuk literasi.
Media dengan senang hati untuk sama-sama meningkatkan literasi. UKAW harus menjadi kampus literasi informasi dan harus ditingkatkan ini demi meningkatkan literasi kearah yang lebih baik lagi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pemateri_20171204_161945.jpg)