Calon Panglima TNI
Impasrial: Keputusan Jokowi Pilih Hadi Tjahjanto Langkah Tepat
Hadi Tjahjanto diproyeksikan menggantikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018.
POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Wakil Direktur Imparsial Gufron Mabruri menilai, keputusan Presiden Joko Widodo memilih Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon panglima baru TNI adalah langkah yang tepat.
Hadi diproyeksikan menggantikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018.
Pengajuan nama calon Panglima TNI ke DPR saat ini dianggap tepat.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto saat membuka KSAU Award 2017 di The Kasablanka Jakarta, Sabtu (25/11/2017).
Baca: VIRAL: Siswa SMP Rindi Umalulu Tewas Dibunuh Teman-temannya? Begini Curhat Sang Ayah
"Tepat kalau kita melihat dinamika hari ini dan sebelumnya serta UU TNI," ujar Gufron kepada Kompas.com, di Jakarta, Senin (4/12/2017).
Dengan percepatan proses pergantian Panglima TNI, maka DPR akan lebih leluasa mencermati dan memeriksa profil kandidat yang disodorkan oleh Presiden Jokowi.
Sementara itu, berdasarkan UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, rotasi di tubuh TNI perlu dilakukan.
Jika Panglima TNI saat ini berasal dari Angkatan Darat (AD), maka Panglima TNI yang baru bisa berasal dari TNI Angkatan Laut (AL) atau Angkatan Udara (AU).
Baca: BREAKING NEWS: Sepasang Kekasih DPO Kasus Pembunuhan Ditangkap di Pulau Semau
Ghufron menilai, calon Panglima TNI dari TNI AU lebih tepat karena pada 2010 lalu, posisi Panglima TNI ditempati oleh Laksamana TNI Agus Suhartono yang berasal dari TNI AL.
"Artinya Presiden melakukan amanat rotasi itu yang diamanatkan oleh UU TNI," kata dia.
Sebelumnya, surat pengajuan nama calon Panglima TNI diserahkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada Wakil Ketua DPR Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Fadli Zon, Senin (4/12/2017) pagi.
Pratikno meninggalkan Gedung DPR sekitar pukul 08.50 WIB.
Kepala Staf Angkatan Udara Marsekan Hadi Tjahjanto diusulkan presiden jadi panglima TNI.(Kompas TV/Yoga Sukmana)