Orang Muda Katolik Masa Depan Gereja

Ini yang diharapkan Ketua Orang Muda Katolik dari Paroki St Yoseph Pekerja Penfui saat mendatangi pemuda di Kapela Sungkaen

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/Gordi Donofan
OMK St Yoseph Pekerja Penfui saat berkunjung di Kapela Sungkaen 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Suasana di halaman Kapela St. Thobias Sungkaen, Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa Kota Kupang tampak ramai.

Halaman depan kapela terdapat dua tenda dan puluhan kursi berjejer rapi terisi penuh.

Saat itu sedang melakukan sharing dan berbagi cerita antara Orang Muda Katolik (OMK) St. Yoseph Pekerja Penfui dan OMK Kapel St. Thobias Sungkaen.

Puluhan OMK tersebut tampak semangat. Aura senyum tampak terpancar di wajah mereka. Mereka tak canggung-canggung bercerita. Celotehan-celotehan Master Of Ceremoni (MC) terdengar lantang. MC itu Okan Janghur.

OMK St Yoseph Pekerja Penfui saat berkunjung di Kapela Sungkaen
OMK St Yoseph Pekerja Penfui saat berkunjung di Kapela Sungkaen (Pos Kupang/Gordi Donofan)

Ia tampak semangat memimpin puluhan orang muda tersebut. Ia mengaku bangga hari itu puluhan OMK Paroki datang berkungjung ke Stasi Sungkaen.

"Saya bangga sekali hari ini saudara-saudara saya datang berkunjung. Inilah kami dan OMK merupakan masa depan gereja. Kita yang akan menjadi tulang punggung gereja," ujar Okan malalui mikrofon, Minggu (3/12/2017).

Suasana pun semakin meriah, acarapun diisi dengan nyanyian, stand up comedy dan cerita lucu ala OMK.

Meskipun cuaca begitu panas tak mereka hiraukan. Mereka fokus ikut berbagi cerita di siang itu.

Ketua OMK Paroki Penfui, Frids Lado, mengajak, orang muda untuk bertanggungjawab kepada gereja. Karena orang muda Katolik merupakan generasi masa depan gereja.

"Masuk gereja itu merupakan basic orang muda. Jangan masuk OMK tunggu butuh. Kita saling mengenal kita belajar Liturgi di gereja dan banyak hal yang kita dapat dalam wadah OMK," ungkap Frids Lado.

Ia mengatakan, ikut kegiatan OMK bukan untuk menghindari pekerjaan di rumah. OMK tidak boleh terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang tidak ada nilai positifnya.

"Masuk OMK itu berarti gereja sebagai rumah bersama. Kalau ada niat untuk ikut silakan. Tapi jangan paksa diri. Sebab OMK bukan wadah hura-hura, bukan wadah sembarang. Tapi merupakan wadah belajar menjadi seorang anak muda Katolik yang menjadi agen perubahan gereja yang dijadikan sebagai penopang masa depan gereja," ungkap Frids.

Ia mengajak OMK Sungkaen untuk terlibat aktif dikegiatan OMK Paroki. Karena paroki St. Yoseph Pekerja Penfui bukan milik perorangan tapi miliki semua umat Katolik.

"Terima kasih kepada orangtua OMK yang mendukung kegiatan OMK. Berkat dukungan orangtua OMK bisa aktif dan eksis," ujar Frids.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved