Sampah Bisa Hasilkan Uang

Sampah bisa menghasilkan uang dan sampah yang dihasilkan pada rumah tangga ada nilai positifnya

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/Gordi Donofan
Staf dari Dinas PU saat memberikan materi sosialisasi tentang sanitasi di Kantor Lurah Oesapa,Rabu (22/11/2017) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sampah bisa menghasilkan uang dan sampah yang dihasilkan pada rumah tangga ada nilai positifnya.

Butuh komitmen dan kemauan yang keras untuk bisa mewujudkan sampah menjadi sesuatu yang berguna.

"Masalah sanitasi di Kelurahan Oesapa sangat kompleks. Karena kesadaran masyarakat masih kurang. Apalagi daerah kawasan pinggir pantai. Sampah kiriman akan timbun di pesisir pantai," ujar Gery Pratama saat memberikan materi sosialisasi tentang Sanitasi dan Pengolahan Sampah di kantor Lurah Oesapa, Rabu (22/11/2017).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas PU provinsi NTT dalam rangka memperingati hari bakti ke-72.

Menurut Gery, jika dikelolah dengan baik maka dampak akan menghasilkan sesuatu yang berguna.

"Sampah organik memang tidak berbahaya. Berbayar jika ditumpuk karena bisa menimbulkan penyakit dan sangat mengganggu keindahan," ungkap Gery.

Ia mengungkapkan, sampah organik yang merupakan hasil alam baik yang dilakukan oleh manusia maupun alam yang akan berguna jika didaur ulang.

"Sampah guna ulang paling sering digunakan kembali baik secara langsung maupun di daur terlebih dahulu. Biasanya berbahan plastik, kaleng kain dan kaca. Sampah daur ulang berbahan kertas bisa dijadikan hiasan," ungkpa Gery.

Pejabat Pembuat Komitmen Wilayah I, Tini Touselak, mengatakan, berbicara soal sampah pihaknya sangat bertanggungjawab. Bukan saja soal proyek tapi Dinas PU mendekatkan diri kepada masyarakat.

sampah
Staf dari Dinas PU saat memberikan materi sosialisasi tentang sanitasi di Kantor Lurah Oesapa,Rabu (22/11/2017)

Ia mengatakan, kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan sehingga harus bersama-sama bekerja untuk membrantas sampah.

"Sampah rumah tangga memang harus diperhatikan. Kita saling membantu untuk mendukung lingkungan yang bebas sampah. Kalau hanya mengharapkan pemerintah itu tidak bisa," ungkap Tiny.

Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk mengubah perilaku supaya menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

"Mari kita sama-sama ubah mindset kawasan kumuh. Karena kawasan kumuh itu berkaitan

Lurah Oesapa Jhon Keban, mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari pencerahan bagi masyarakat.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved