Berstatus Siaga Tapi Gunung Agung Meletus, Ini Penjelasannya

Kendati Gunung Agung mengalami letusan freatik, namun status atau level Gunung Agung masih tetap pada level III (Siaga). Mengapa?

Editor: Alfons Nedabang
tribun bali
Gunung Agung meletus 

POS-KUPANG.COM | SEMARAPURA - Gunung Agung kembali mengeluarkan asap pekat tebal, Selasa (21/11/2017) sore.

Berdasarkan keterangan dari PVMBG Aktivitas vulkanik Gunung Agung ini dinyatakan meletus dengan tipe freatik tepat pada pukul 17.05 Wita.

Kendati Gunung Agung mengalami letusan freatik, namun status atau level Gunung Agung masih tetap pada level III (Siaga). Mengapa?

Kepala Pos Pantau Gunung Api Agung di Desa/Kecamatan Rendang, Karangasem, Dewa Mertayasa menegaskan, letusan yang terjadi terhadap Gunung Agung tersebut merupakan letusan freatik.

Letusan tersebut bersumber dari air kawah, dampak dari naiknya magma yang terpantau sejak tanggal 22 oktober lalu.

Panasnya batuan ditambah tingginya curah hujan di sekitar kawah, memicu asap pekat mengandung debu yang bersumber dari material di sekitar kawah.

"Letusan gunung Agung tadi merupakan letusan freatik. Sementara, kegempaan belum mengindikasikan terjadinya letusan magmatik," Jelas Dewa Mertayasa.

Namun demikian, Dewa Mertayasa meminta masyarakat terutama di lereng timur dan tenggara Gunung Agung untuk tetap waspada.

Mengingat arah angin membawa partikel debu letusan Gunung Agung ke arah Timur dan tenggara Gunung Agung.

"Letusan seperti ini kedepannya kemungkinan akan sering terjadi. Ini masih ekternal, bukan langsung dari aktivitas magmatik. Tapi masyarakat di sisi timur dan tenggara lereng Gunung Agung untuk tetap waspada, karena debu berterbangan ke arah tersebut," jelas Dewa Mertayasa.

Meskipun sudah dinyatakan mengalami erupsi, namun PVMBG belum berencana untuk melakukan peningkatan status aktivitas vulkanik gunung agung.

Hal ini masih harus menunggu data lainnya seperti kegempaan (seismik), dan deformasi gunung.

Berdasarkan evaluasi terakhir, PVMBG masih menganalisis aktivitas vulkanik Gunung Agung masih berada di Status Siaga (level 3).
Dari aktivitas vulkanik belum menunjukkan adanya lonjakan kenaikan kegempaan.

Tremor Non-Harmonik sebanyak 1, kali dengan amplitudo 2 mm dan durasi 36 detik.

Gempa vulkanik dalam sebanyak 2 kali dengan amplitudo 5-6 mm dan durasi 8-26 detik.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved