Konferensi Perempuan Timor II Siap Mendorong Percepatan Pengesahan RUU PKS

Konferensi tersebut dilaksanakan di ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan yaitu SoE pada Selasa (21/11/2017) hingga Rabu (22/11/2017).

Konferensi Perempuan Timor II Siap Mendorong Percepatan Pengesahan RUU PKS
POS KUPANG/GAUDIANO COLLE
Suasana konferenai pers yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Konferensi Perempuan Timor II di SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Gaudiano Colle

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Forum Pengadaan Layanan (FPL) untuk perempuan korban kekerasan bersama Komnas Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Mampu (Program Pemberdayaan Perempuan Kerja sama Australia dan Indonesia) dan Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) akan menyelenggarakan Konferensi Perempuan Timor II.

Rencananya, konferensi tersebut dilaksanakan di ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan yaitu SoE pada Selasa (21/11/2017) hingga Rabu (22/11/2017).

"Salah satu poin yang kami akan dorong melalui konferensi ini adalah meminta DPR RI agar segera mengesahkan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS)," ungkap Indriati Suparno, Komisioner Komnas Perempuan dalam konferensi pers pada Senin (20/11/2017) di Kelapa Resto Kupang.

Selain mendorong DPR RI agar mengesahkan RUU PKS menjadi UU PKS, konferensi yang dilaksanakan selama dua hari tersebut akan mendorong hal-hal lain seperti mendorong pemerintah agar ikut terlibat melaksanakan rekomendasi dari Konferensi Perempuan Timor I dan II agar dapat mengurangi kekerasan terhadap perempuan.

Selain pemerintah, konferensi ini juga akan meminta organisasi masyarakat untuk terlibat dalam mencegah atau melakukan tindakan strategis lainnya untuk mencegah kekerasan yang terjadi pada perempuan.

"Tidak bisa satu pihak saja. Tidak bisa mengharapkan cuman LSM saja, atau Komnas Perempuan saja, tapi kita meminta semua pihak untuk aktif terlibat dalam rangka menghapus kekerasan terhadap perempuan," ungkap Libby Ratuarat-Sinlaeloe dari Rumah Perempuan.

Oleh karena itu, direncanakan akan hadir 150 tokoh dalam Konferensi Perempuan Timor II, baik dari DPRD, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Perwakilan FPL, Organisasi Perempuan di Timor, akademisi, media, dan tokoh lainnya, baik dari agama, adat maupun tokoh masyarakat.

Mengusung tema, Mendorong Komitmen Multipihak dalam Upaya Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan", konferensi ini dilaksanakan untuk memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP).

16HAKTP merupakan kampanye Internasional untuk mendorong upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Dimulai dari 25 November sebagai Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan hingga 10 Desember sebagai Hari Hak Asasi Manusia.

"Dipilihnya rentang waktu tersebut agar ada hubungan simbolik bahwa kekerasan terhadap perempuan juga merupakan pelanggaran hak asasi manusia," tutup Indriati Suparno.

Hadir dalam konferensi pers tersebut, Sri Mulyati dari SAPA Institute dan Filipin Taneo Terik dari Sanggar Suara Perempuan. (*)

Penulis: Gaudiano Colle
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved