Banjir Bandang Terjang Lombok, 2 Tewas dan 367 Rumah Rusak
Banjir melanda 4 kecamatan di Kabupaten Lombok Timur meliputi Kecamatan Keruak, Kecamatan Jerowaru, Kecamatan Sakra dan Kecamatan Sakra Barat.
"Kondisi listrik padam dan jalan belum bisa dilalui sehingga menyulitkan untuk melakukan pendataan secara maksimal," kata Sutopo.
Sutopo menjelaskan BPBD Lombok Timur bersama Polres Lombok Timur, Brimob Sub Den B, Kodim 1615, Satpol PP, SAR, dan relawan melakukan evakuasi terhadap masyarakat maupun barang-barang milik warga ke tempat yang lebih aman.
Bantuan didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
Ia menyebutkan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur telah berada di lokasi banjir memimpin penanganan darurat. Posko tanggap darurat berada di Kantor Camat Keruak.
Bupati Lombok Timur menunjuk Kepala BPBD sebagai komandan tanggap darurat.
Masa tanggap darurat ditetapkan selama 7 hari yaitu dari 18/11/2017 hingga 24/11/2017.
Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah permakanan, air bersih, selimut, tenda dan terpal.
Sementara itu banjir juga terjadi di puluhan desa di Kecamatan Janapria dan Kecamatan Praya Timur di Kabupaten Lombok Tengah NTB pada Sabtu (18/11/2017) pukul 20.30 WIB.
Hujan lebat yang berlangsung sejak Sabtu sore menyebabkan bendungan Melat di Desa Janapria, bendungan Seputaran, embung Jongkok di Desa Bekele, Kali Kerepas Desa Bekele meluap bersamaan sehingga merendam permukiman dan persawahan.
Sebanyak 1.141 KK terdampak langsung banjir di Kecamatan Praya Timur.
"Penanganan darurat masih dilakukan. Pendataan masih dilakukan oleh BPBD," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/banjir_20161222_194858.jpg)