NTT Miliki Potensi Tambak Garam 60 Ribu Hektare
Ini penjelasan dari Kepala Dinas Perindustri NTT terkait dengan potensi tambak garam di NTT
Penulis: Hermina Pello | Editor: Marsel Ali
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Lahan tambak garam di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini sekitar 60 ribu hektare (ha). Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan secara nasional hanya sekitar 20 ribu ha.
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTT, Obaldus Toda yang ditemui di gedung DPRD Provinsi NTT, Senin (6/11/2017) mengatakan hal tersebut.
"Potensi lahan untuk tambak garam ada 60 ribu ha di semua daerah di NTT. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan garam secara nasional sekitar 20 ribu ha," katanya.
Mengenai lahan garam yang dikelola pemerintah Provinsi NTT, menurutnya, APBD NTT sangat proporsional untuk sembilan Kabupaten di NTT.
"Luas lahan yang dikelola satu ha, setengah hektar dalam rangka mendukung produktivitas usaha rakyat," katanya
Menurutnya, produksi garam yang dikelola pemerintah harus menciptakan wirausaha baru yang berkaitan dengan Industri kecil menengah (IKM).
Strategi yang dilakukan untuk di Timor ada dua kawasan strategis yakni Kabupaten Kupang dan Malaka, ini yang untuk dorong agar di Kabupaten lain yang skala kecil bisa berkembang.
Di Pulau Flores yakni di Mbay dan Ende dan didorong untuk daerah lainnya bisa berkembang.
Sementara di Sumba strateginya adalah mendorong pengembangan di Sumba Timur dan SBD sehingga diharapkan daerah lain juga berkembang.
Dia mengatakan salah satu kendala adalah kepemilikan lahan
Untuk lahan ulayat maka didorong untuk kolaborasi dengan swasta atau pemerintah daerah sedang untuk lahan yang dikuasai pemerintah maka dilakukan kerjasama dengan pihak ketiga.
Untuk Nagekeo, menurut Toda, kerjasama dengan pihak ketiga dan sudah produksi garam dan di Kaburea masih usaha rakyat dan tahun depan didorong lagi untuk bisa kerja sama.
Sedangkan Bipolo dilakukan oleh BUMN oleh PT garam dan mereka janji tahun depan 2018 jadi industri musik garam dan sekarang sudah produksi.
Untuk lahan yang dikuasai masyarakat maka dengan APBD didorong untuk teknologi Geo Membran karena sembilan bulan panas di NTT karena itu peluang untuk investasi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/obaldus_20171106_180836.jpg)