Anggota DPR RI Sosialisasi Dana PIP di TTS, Jangan Digunakan untuk Judi dan Arisan

Orangtua jangan menggunakan uang beasiswa anaknya untuk berjudi dan arisan.

Penulis: omdsmy_novemy_leo | Editor: Agustinus Sape
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Anggota DPR RI, Anita Jacoba Gah foto bersama siswa penerima beasiswa di SMA Kristen 2 SoE, Kamis (2/11/2017) siang. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, SOE - Penerima beasiswa PIP jangan gunakan beasiswa PIP untuk membeli HP.

Orangtua jangan menggunakan uang beasiswa anaknya untuk berjudi dan arisan.

Gunakan beasiswa PIP untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak.

Demikian anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Anita Yakoba Gah, terhadap 187 penerima beasiswa dan orangtua serta guru dan kepala SMA Kristen 2 SoE, Kamis (2/11/2017) siang.

Kedatangan Anita ke sekolah itu mensosialisasikan dan membagikan beasiswa PIP kepada sejumlah pelajar di sejumlah SMP dan SMA di TTS.

“Banyak berita bahwa dana beasiswa PIP digunakan untuk kepentingan orangtua, untuk main judi, arisan ibu-ibu. Tolong ya, orangtua murid dan siswa, agar dengan sesadar-sadarnya gunakan beasiswa PIP dengan baik. Ini uang Negara yang harus kita pertangungjawabkan bersama untuk diberikan kepada anak guna peningkatan kualitas pendidikan,” kata Anita.

Anggota DPR RI Anita Jacoba Gah sedang menjelaskan ikhwal dana PIP kepada siswa di SMA Kristen 2 SoE, Kamis (2/11/2017).
Anggota DPR RI Anita Jacoba Gah sedang menjelaskan ikhwal dana PIP kepada siswa di SMA Kristen 2 SoE, Kamis (2/11/2017). (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

Menurut Anita, total dana beasiswa PIP yang disalurkan saat ini hampir mencapai Rp 1.945.350.000 dengan jumlah penerima sekitar 4.323 siswa di jenjang pedidikan SMP dan SMA.

“Dengan cairnya dana PIP saya harapkan harap anak anak didik kita khususnya di daerah tertinggal terpencil dan termiskin, benar-benar bisa merasakan program PIP dan mereka bisa menggunakan beasiswa ini dengan sebaik mungkin agar bisa meningkatkan kualitas pendidikan mereka,” kata Anita.

Menurut Anita, beasiswa yang dibagikannya itu merupakan hasil perjuangannya sebagai anggota DPR RI.

Dijelaskan Anita, beasiswa PIP yang merupakan program pemerintah ini penyalurannya ada dua cara, pertama dari kementerian pendidikan ke penerima melalui sekolah, dan kedua, dari kementerian ke penerima melalui jalur pemangku kepentingan yakni anggota DPR RI.

Anita juga berharap pihak sekolah dan penyalur dana beasiswa lainnya tidak melakukan pemotongan dana beasiswa PIP itu seenaknya saja. Dia selaku anggota DPR RI akan terus mengawasi penyaluran dana beasiswa dimaksud. “Jika ada hambatan saat pencairan PIP tolong hubungi saya melalui rumah aspirasi saya. Saya tidak mau ada atau potongan apapun,” kata Anita.

Anita juga membuka kesempatan bagi orangtua untuk mendaftarkan anaknya yang belum menjadi peneirma beasiswa itu hingga 1 bulan kedepan. “Bagi orangtuayang anaknya belum mendapatkan beasiswa PIP, silakan datang ke rumah aspirasi saya dan mendaftarkan anaknya, Nanti saya akan perjuangkan,” kata Anita.

Kabid Pengawas SMP Dinas PPO TTS, David Mbulik mengatakan, bentuk terimakasih yang harus diberikan oleh penerima beasiswa dan orangtua adalah dengan cara mempergunakan beasiswa dengan sebaiknya. Dan terus menyekolahkan anak dimaksud.

“Beasiswa PIP bukan program politiknya ibu Anita, tapi ini adalah program resmi pemeirntah yang disalurkan pemerintah kepada penerima melalui anggota DPR RI. Dan kita bangga karena kta punya anggota DPR RI seperti ibu Anita yang memperjuangkan beasiswa ini untuk anak-anak di SoE,” kata David.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved