Pola Peternakan Jenis Ini Sebenarnya Hampat Program IB di Sumtim
Ini salah satu faktor yang menghambat mengapa program inseminasi buatan di Sumba Timur berjalan normal
Penulis: Robert Ropo | Editor: Marsel Ali
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur (Sumtim) melalui dinas Peternakan kabupaten setempat pada tahun 2017 ini menargetkan 800 ekor sapi yang dilakukan perkawinan dengan sistem Inseminasi Buatan (IB).
Kepala dinas Peternakan kabupaten Sumba Timur, Yohanis Radamuri menyampaikan hal itu ketika ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Senin (30/10/2017).
Rada Muri mengatakan, ditargetkan pihaknya pada tahun 2017 untuk melakukan IB untuk 800 ekor sapi tersebut dalam rangka pembangunan peternakan di kabupaten Sumba Timur pada tahun 2017 dan 2018 secara fokus untuk meningkatkan produksi dan produktifitas terutama dari sisi penambahan populasi.
Radamuri menjelaskan, untuk meningkatkan produksi dan produktifitas terutama dari sisi penambahan populasi tersebut untuk mendukung program nasional yaitu upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab) melalui program IB.
Selain itu, penanganan gangguan reproduksi (Ganrep) dan pengimbangan hijauan pakan ternak.
Radamuri menjelaskan, sampai dengan saat ini target sebanyak 800 ekor sapi betina yang akan dilakukan dengan IB baru terealisasi sebanyak 200 ekor sapi.
Menurut Radamuri, sampai dengan saat ini belum tercapai target tersebut karena ada terkendala dari berbagai hal seperti pemeliharaan ternak sapi oleh masyarakat peternak masih banyak menggunakan sistem tradisional.
"Sehingga selama ini sasaran IB nya dari sapi yang di kandangkan pada malam hari," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/yohanis_20171030_163919.jpg)