Kurdi Ancam Balas Serangan Irak

Irak menganggap referendum kemerdekaan Kurdi akhir bulan lalu ilegal karena bukan saja dilakukan di tanah Kurdi tapi digelar di Irak utara

Editor: Ferry Ndoen
AHMAD AL-RUBAYE / AFP
Seorang anggota pasukan Peshmerga Kurdi beraksi di garis depan sekitar 20 kilometer dari pasukan ISIS yang berada di kota Mosul, Irak. Pasukan Kurdi berhasil merebut kembali bandungan Mosul yang dikuasai ISIS namun serangan pasukan Irak di Tikrit masih menemui kegagalan. 

POS KUPANG.COM - Pasukan keamanan Kurdi Irak, Peshmerga, menyatakan pemerintah pusat Baghdad akan membayar mahal atas ofensifnya ke kota Kirkuk yang diduduki Kurdi.

Lewat sebuah pernyataan, Peshmerga menuduh sebuah faksi dari salah satu partai politik utama Kurdi Irak telah berkhianat membantu Baghdad memuluskan ofensif itu.

Irak menganggap referendum kemerdekaan Kurdi akhir bulan lalu sebagai ilegal, karena bukan saja dilakukan di tanah Kurdi tapi juga digelar di Irak utara, termasuk Kirkuk yang diduduki Peshmerga setelah mengusir ISIS.

Pemisahan diri Kurdi dari Irak ini juga ditentang habis-habisan oleh Iran dan Turki. AS sendiri sudah meminta Kurdi untuk membatalkan referendum kemerdekaan karena bisa mengantarkan perang dan memecah belah Irak.

Pemerintah Abadi sendiri mendapatkan tekanan hebat dari milisi-milisi dukungan Iran untuk mengambil langkah militer terhadap Kurdi, demikian Reuters. *)

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved