Junalisme Warga
Belabaja FC vs Atom FC: Adu Gengsi di Bawah Kolong Langit
Belabaja FC, Nagawutun dan Atom FC Muruona, Ile Ape, bakal menyuguhkan taktik dan strateginya sebagai jawara.
Memompa semangat anak asuh adalah tugas tambahan Robert Bala Wuwur, Alan Beoang, dua pelatih yang selalu siap dan sigap di bibir lapangan: hal yang dilakukan seperti saat anak asuhnya menjamu Lika Pito FC, Ile Ape Timur hingga memetik kemenangan 3:0 di akhir laga sebelumnya.
Bagi Fredy, Belabaja FC tetap solid dan tak pernah patah semangat. Pihaknya terus memompa semangat mereka. Anak-anak kembali lahir motivasinya dan langsung membungkam Lika Pito FC dengan skor 3:0.
“Anak asuh kami memang sangat diperhitungkan sejak awal. Di final anak-anak kami dipastikan menyuguhkan resep sakti meredam Atom FC guna mengambil alih kemenangan yang sempat menjauh di laga perdana,” kata Fredy Mudaj sesumbar di markas Belabaja FC, asrama Dei Flora, di jalur utama Waikomo-Lewoleba, jantung kota Lewoleba, menjelang laga final Senin (2/10/2017) sore.
Meski tak menyebut tak menyebut resep sakti dimaksud, Fredy pantas optimis. Semangat anak-anak asuhnya semakin menggunung setelah mempermalukan Singa Kalikur FC, Omesuri dengan skor 3:0, yang mengantar timnya melesat menuju final dan kembali bertaruh nasib dengan Atom FC di ajang Gala Desa Tingkat Kabupaten 2017 guna meraih juara satu.
Beban masa lalu dipermalukan Atom FC 0:4 bukanlah pengalaman traumatik yang disimpan saban hari selama musim kompetisi.
Ia merupakan pil mujarab dan ajaib pengganda semangat guna merangsek menerjang lawan di final dan puluhan ribu pasang mata dan penggila bola kabupaten yang berulang tahun otonomi Oktober ini.
“Dewi Fortuna rupanya tinggal di kaki Labalekan, bukan di Ile Ape yang kerap “batuk-batuk” ringan. Karena itu, kami yakin sang dewi menetap di selatan, di kali Labalekan. Karena itu Atom FC bakal kami redam ambisinya dengan bantuan sang dewi,” kata Fredy sembari tertawa.
Labalekan yang dimaksud tak lain adalah gunung tertinggi di selatan Lembata, yang banyak menyimpan potensi pemain dan pelatih hebat seperti dua bersaudara Anton Kia Botoor (PSK) dan Polce Kia Botoor (Barito Putra), Ardi Pukan (PSM), Marcel Bitol Blikololong, Bernard Satel Blikololong, dll.
Nama-nama tersebut pernah dan tengah ambil bagian di bidang olahraga sepakbola di tempat tugasnya masing-masing.
Bahkan kata Fredy, mantan mahasiswa Teknik Arsitektur Universitas Katolik Widya Mandira Kupang ini, beberapa tokoh sudah memprediksikan Belabaja FC akan bertemu Atom FC di laga final.
Prediksi itu, ujar Fredy, ternyata terjawab setelah di laga semi final Belabaja FC menang telak atas jawara grup B Singa Kalikur FC 2-0 dari kaki Gusti Pukan dan captain team Cello Pukan. Gol Gimbal Wuwur tak ternodai.
“Awalnya simpatisan Belabaja FC sempat kecewa setelah dipermalukan Atom FC 0:4. Penampilan anak asuh saya saat merumput di lapangan hijau tidak memuaskan. Padahal, ia sudah memasang resep jitu dengan formasi 4-4-2. Dua striker kami, Hans Pukan dan Edan de Ona segera saja menurun staminanya,” kata Fredy.
Namun, pada laga kedua melawan Amok FC Lebatukan, para punggawa Belabaja FC mengubah strategi. Posisi 4-3-3 diterapkan.
Alhasil, timnya merasa puas dengan menahan imbang Amok FC dengan skor 2-2. Strategi dan formasi itu terus berlanjut ke laga ketiga saat menjamu Lota Pito FC.
“Kami menarik Cello ke pilar belakang bersama Adi Polen. Mereka pun menemukan irama yang harmonis dengan pola menyerang 4-3-3. Lota Pito pun kewalahan dan harus menelan pil pahit dengan kekalahan 3:0. Belabaja FC akhirnya mengambil alih posisi sebagai runner up grup A. Kemudian melawan juara grup B Singa Kalikur dan mempermalukan tim dari kaki Uyelewun itu dengan skor 2:0,” lanjut Fredy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/belabaja-fc_20171002_013412.jpg)