Benarkah Masa Depan Flotim di Laut? Ini penjelas dari Wakil Bupati
Wakil Bupati Flores Timur, Agus Boli menegaskan hal ini terkait dengan pelaku bom ikan di wilayah itu
Penulis: Felix Janggu | Editor: Marsel Ali
Laporan wartawan Pos Kupang, Felix Janggu
POS KUPANG.COM, LARANTUKA - Wakil Bupati Flores Timur (Flotim ), Agus Boli saat melepas peserta turnamen lomba dayung sepeda antar desa dan kelurahan di Pante Uste Larantuka, Jumat (29/9/207) menyatakan masa depan Flotim ada di laut.
Karena itu, ia mengungkapkan beberapa nilai yang bisa dipetik dari kegiatan lomba dayung memeriahkan Hari Bahari Nasional itu.
Pertama bahwa Indonesia 70 persen wilayah laut dan Flotim sekitar 64 persen wilayah laut. Di dalamnya hidup 8.500 spesies laut.
"Kalau laut lebih besar maka masa depan kita ada di laut," kata Agus Boli.
Ia mengungkapkan, populasi pertumbuhan penduduk di daratan tidak sejalan dengan luas area lahan pertanian.
"Mari kita jadikan laut masa depan kita. Kalau jadi masa depan maka perlu jaga laut kita," kata Agus Boli.
Agus Boli mengatakan sikap pemerintah sudah tegas. Kapal pengebom ikan dibakar.
"Ada yang protes bakar kapal dengan alasan mereka orang kecil. Tapi banyak kejahatan bom ikan dilakukan oleh orang kecil," kata Agus Boli.
"Ada yang bilang itu alat produksi. Tapi itu barang bukti, apa pun yang mendukung kejahatan dibakar,"kata Agus Boli.
Agus Boli mengatakan ada juga yang menyoroti dari sisi kemanusiaan. Namun pemerintah mempertimbangkan sisi kemanusiaan kepada generasi yang menerima akibat dari tindakan segelintir orang itu.
Agus Boli menegaskan pemerintah akan tetap tegas menindak pengebom ikan di Flotim.
"Ada yang tidak suka tidak soal bagi kami. Kami tidak takut. Yang kami takuti hanya diri kami sendiri, jika apa yang kami omong kami tidak buat," kata Agus Boli.
Agus Boli menegaskan delapan spot rumah ikan di perairan Flotim enam di antaranya sudah rusak.
Jika dua yang lain tidak dijaga dan akhirnya rusak, kata Agus Boli maka perairan Flotim akan menjadi pelintasan saja bagi ikan-ikan.
Saat ini, jelas Agus Boli sulit sekali ditemukan ikan-ikan dasar dijual di Pasar. Karena rumah ikan sudah rusak. (*)