Pungli di Jalan Pantai Kelapa Lima, Pelaku Sebut Kesepakatan dengan Pihak Kelurahan

Jalan yang terletak di belakang Hotel On The Rock ini sering dijadikan arena jogging track.

Pungli di Jalan Pantai Kelapa Lima, Pelaku Sebut Kesepakatan dengan Pihak Kelurahan
pos kupang
Jalan Pantai di belakang Hotel On The Rock Kupang 

Laporan Reporter Pos Kupang.com, Eflin Rote

POS KUPANG.COM, KUPANG - Kepolisian Sektor (Polsek) Kelapa Lima telah memeriksa 6 orang terkait dugaan pungutan liar (Pungli) di jalan pantai Kelapa Lima, Kota Kupang.

Sebelumnya, penyidik memeriksa E bersama empat rekannya.

Jalan yang terletak di belakang Hotel On The Rock ini sering dijadikan arena jogging track.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon CN melalui Kapolsek Kelapa Lima, AKP Didik Kurnianto mengatakan hingga saat ini mereka mengaku kalau pungutan tersebut merupakan kesepakatan dengan pihak Kelurahan Kelapa Lima.

Baca: Polisi Periksa 4 Pria yang Diduga Pungli di Jalan Pantai Kelapa Lima

"Tapi mereka mengaku uangnya tidak disetor ke kelurahan makanya dalam waktu dekat kita akan memanggil pihak kelurahan untuk dimintai keterangan apa benar ada kesepakatan seperti yang disampaikan," ujar Didik saat ditemui, Rabu (27/9/2017).

Anggota polisi dari Sektor Kelapa Lima mengamankan E dan teman-temannya pada Jumat (22/9/2017) sekitar pukul 22.00 Wita.

Pihak kepolisian mencurigai ada indikasi tindak pidana pungli berdasarkan informasi masyarakat melalui sebuah postingan masyarakat di grup Facebook Viktor Lerik: Bebas Bicara Bicara Bebas.

Baca: Satgas Saber Pungli Polda NTT OTT di Lingkungan PT Pelni Cabang Kupang

Dalam postingan tersebut dikatakan bahwa di pintu masuk menuju pantai belakang Hotel On The Rock terdapat pungutan sebesar Rp 5.000 kepada penggendara roda dua sehingga menimbulkan keresahan warga yang mengunjungi kawasan tersebut.

Berdasarkan keterangan E, pungutan tersebut adalah kesepakatan bersama Karang Taruna dan Kelurahan.

"Ada inisiatif untuk menjaga kebersihan dan keamanan di sekitar lokasi jogging track, makanya ada pungutan tersebut," tambah Didik.

Polisi mengamankan barang bukti berupa uang Rp 5.000an dan surat pernyataan bersama.

Untuk sementara dalam rangka penyelidikan, polisi masih menunggu laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan.(*)

Penulis: Eflin Rote
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved