Minggu, 19 April 2026

Berita Timor Rote Sabu

Ada Apa ya? Sudah Sebulan di Sel, Deni Malelak Tidak Dikunjungi Keluarganya

Barulah setelah api padam dan seorang anggota Polisi dari Polres TTS mencium ada bau daging terbakar akhirnya mereka temukan jenasah Dany

Penulis: omdsmy_novemy_leo | Editor: Rosalina Woso
Tribunnews.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, SOE--Deni Malelak, warga Soe yang masuk sel karen terlibat dalam kasus pengabiayaan ibunya, kasus kebakaran rumah dan kasus matinya Dani dalan rumah yang terbakar itu, belum dikunjungi keluarganya selama sebulan.

Ketiga kasus itu teejadi pada Minggu (31/7/2017 dan Senin (1/8/2017) di SoE, Kabupaten TTS.

Feby Magang, adik kandung Deni mengaku sedih sekaligus takut menemui kakaknya, Deni Malelak, di sel Polrea TTS.

"Sudah 1 bulan kakak Deni di sel polres TTS tapi saya tidak mau ketemu. Saya sedih dan juga takut. Kalau mau bawa makan kaaih kakak Deni, saya suruh Semri yang datang antar," kata Feby, ditemui di Polres TTS, Rabu (13/9/2017) siang. Hari itu Feby satang bersama Alfred Banunaek, kakaknya.

Feby mengatakan, hari Selasa (12/9/2017) kemarin dia dan mamanya, Frederika Banunaek, Swmei Selan dan Heeman Misa dipanggil lagi oleh penyidik.

"Kami dimintai ketetangan tambahan. Kami diperiksa dari jam 12.00 sampai jam 17.00 Wita," kata Feby.

Dan hari ini, kata Feby, Alfred yang akan dimintai keterangan tambahan.

"Keterangan saya sama dengan dulu. Tidak ada yang berubah," kata Alfred.

Menurut Alfred, setelah rumahnya terbakar, mereka kemudian diberikan rumah kosong oleh keluarga mereka, Herman, untuk ditempati sementara.

"Kami sangat berterimakasih karena bisa dapat tempat berteduh untuk sementara waktu di belakang Bank NTT SoE," kata Alfred.

Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyadi, S.Ik dikonfirmasi melalui Kasatreskrim, Iptu Yohanes Suhardi,S.Sos mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan atas tiga kasus yang melibatkan Deni Malelak itu.

Hasil visum teehadap jenasah Deni yang dilakukan tim dokter di RSB Kupang belum ada.

"Kami masih menunggu hasil visum dokter dari RSB Kupang," kata Yohanes.

Untuk diketahui, saat api melahap rumah mama Frederika Banunaek (50), tak ada orang yang tahu bahwa Dany, warga SoE ikut terbakar.

Barulah setelah api padam dan seorang anggota Polisi dari Polres TTS mencium ada bau daging terbakar akhirnya mereka temukan jenasah Dany di puing rumah.

Informasi menyebutkan, sebelum rumah terbakar, ada pesta dan ada pertengkaran antara Deni dan mama serta kakaknya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved