Warga Tiga Desa di Malaka Barat Alami Gagal Panen dan Gagal Tanam
Ini penjelasan dari kepala desa di Kabupaten Malaka terkait dengan gagal tanam musim ke-2 tahun ini
Penulis: Dion Kota | Editor: Marsel Ali
Laporan wartawan Pos Kupang, Dion Kota
POS KUPANG. COM, BETUN - Tiga desa di Kecamatan Malaka Barat yaitu, Desa Rabasa, Rabasa Haerain dan Loofoun mengalami gagal tanam dan gagal panen padi akibat ketiadan air.
Sekitar 100 Ha lahan padi meranggas akibat air dari bendung Benenain tak lagi mengairi lahan pertanian warga.
Kepala Desa Rabasa, Edmundus Bere Klau yang dijumpai pos Kupang, Selasa (5/9/2017) di kediamannya mengatakan, dari 75 Ha lahan basah di desa tersebut, untuk MT II hanya sekitar 30 Ha yang ditanami padi.
Mirisnya, saat ini total 30 Ha lahan tersebut mengalami gagal tanam dan gagal panen akibat ketiadaan air.
"Sekarang petani hanya pasrah saja karena air sudah satu bulan tidak lagi mengalir. Akibatnya, tanaman padi warga, baik yang sudah mulai berbulir atau pun yang baru tanam dibiarkan saja dimakan sapi akibat ketiadaan air. Saya punya 80 are tanaman padi juga mengalami gagal panen karena usai tanam air tidak ada. Saat ini daunnya sudah mulai kuning dan saya biarkan jadi makanan sapi," ungkap Edmundus.
Gagal tanam dan gagal panen akibat ketiadaan air juga dialami oleh warga Desa Rabasa Haerain. Sekitar 60 Ha lahan tanaman padi mengalami gagal tanam dan gagal panen.
Kepala desa Rabasa Haerain, Imakulata Seuk mengaku ketiadaan air menjadi faktor utama penyebab kegagal di musim tanam ke II tahun ini.
"Besok, saya mulai minta staf agar data lahan-lahan siapa saja yang mengalami gagal tanam dan gagal panen sehingga kita bisa buat laporan ke dinas pertanian sebagai dasar meminta bantuan bibit, pupuk dan oba-obatan untuk MT I (2017-2018) mendatang," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gagal-tanam_20170905_162329.jpg)